Berita

Joko Widodo dan Maruf Amin saat akan mendaftarkan sebagai capres dan cawapres 2019/Net

Politik

Pengamat: Kerja Jokowi Bakal Tersandung Loyalis Partai Politik

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 05:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perubahan fokus pembangunan yang diterapkan Presiden Joko Widodo dalam periode kedua mengharuskan adanya perubahan wajah-wajah baru di Kabinet Kerja II.

Demikian disampaikan Direktur Survei and Polling Indonesia, Igor Dirgantara dalam merespons visi Jokowi dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Ibarat sepak bola, perubahan strategi permainan menuntut perubahan komposisi line up pemainnya juga. Di sinilah perlunya wajah baru di kabinet baru Jokowi nanti," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (22/10).


Ia juga menyinggung soal pidato Jokowi yang bakal bersikap tegas terhadap menteri-menterinya untuk bekerja. Hal itu dinilai rasional mengingat saat ini merupakan periode terakhir Jokowi sebagai presiden.

Namun dalam perjalannya, ia memprediksi pemerintahan Jokowi-Maruf akan menemui kendala di akhir-akhir kepemimpinan.

"Kendala Presiden nanti adalah soal loyalitas kader parpol yang menjadi menteri di tahun keempatnya, berkenaan dengan kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi praktis untuk memperoleh peluang  di Pemilu 2024," tegasnya.

"Terpenting bagi Jokowi adalah mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Itu adalah standar suksesnya program dan kebijakan pemerintah di periode kedua. Paling tidak mempertahankan level 5%. Di bawah itu akan dianggap gagal," demikian Igor.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya