Berita

Polri:Net

Politik

Pertimbangan Regenerasi, Kapolri Pengganti Tito Seyogyanya Dari Angkatan 1988 Atau 1989

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 19:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ada tiga perwira tinggi yang berpotensi diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian. Tito digadang-gadang akan duduk sebagai menteri pada Kabinet Kerja II.

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, setelah Tito yang merupakan lususan Akpol angkatan 1987, maka untuk pertimbangan regenerasi, Kapolri berikutnya sebaiknya tidak lagi berasal dari angkatan yang sama atau lebih senior. Sehingga yang paling cocok memimpin Korps Bhayangkara seyogyanya berasal dari lulusan Akpol angkatan 1988 atau 1989.

Jelas Karyono, berdasarkan sumber informasi terpercaya yang dia peroleh, tiga Jenderal Polisi tersebut adalah, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (angkatan 1988), Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri (angkatan 1989), dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto (angkatan 1989).


Menurutnya, dari segi kepangkatan baik Gatot, Agus maupun Dofiri memang masih kurang dua bintang untuk menjadi Kapolri. Untuk itu, sang calon Kapolri nantinya akan segera dipromosikan sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) menggantikan Komjen Condro Kirono yang akan pensiun 12 Desember 2019.

Dikatakan Karyono, peristiwa seperti ini pernah terjadi tahun 2010 saat terpilihnya Timor Pradopo sebagai Kapolri pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Timur yang waktu itu menjabat Kapolda Metro Jaya diangkat menjadi Kabaharkam dan beberapa saat kemudian dipilih sebagai Kapolri.

Saat ditanya siapa yang paling kuat di antara tiga jenderal tersebut, Karyono menyebut sama-sama kuat. Tapi nama Gatot adalah sebagai figur terbaik. Jokowi akan benar-benar mempertimbangkan track record dan kompetensi dari calon Kapolri.

"Jenderal Gatot Eddy terbukti berhasil menjaga kondusifitas Jakarta di saat saat genting. Beliau sigap mengambil kebijakan yang tepat dalam menangani setiap gejolak sosial termasuk dalam pengamanan pemilu dan aksi mahasiswa di gedung DPR beberapa waktu lalu," tuturnya.

Gatot juga menuai sukses besar sebagai Kepala Satgas Nusantara yang menangani pengamanan Pemilu Serentak 2019. Selain itu, Gatot dikenal sebagai jenderal polisi yang mengakar di civil society dan punya wawasan geopolitk yang luas.

"Saya sering mencermati ceramah Pak Gatot di kampus-kampus sebagai Kasatgas Nusantara, sangat brilian menguasai dinamika politik global dan wawasan kebangsaannya kuat," demikian Karyono.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya