Berita

Prabowo Subianto dan Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Gandeng Gerindra, PDIP: Selamat Datang Di Kabinet Gotong Royong

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 06:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penyusunan kabinet pemerintahan merupakan hak prerogatif presiden. Hal itulah yang mendasari PDIP terbuka dengan bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi pemerintah.

"PDI Perjuangan sesuai fatsoen politik dan tata pemerintahan yang berlaku menghormati hak prerogatif Presiden. Selamat datang kabinet gotong royong nasional," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/10).

Menurutnya, keputusan Jokowi merangkul Gerindra serta memberi tempat di kabinet dimaknakan dalam konsolidasi ideologi, politik, dan pemerintahan. Hal ini mencerminkan bekerjanya semangat rekonsiliasi guna memperkuat pemerintahan.


Merapatnya Gerindra juga memperkuat penerintahan di tengah ancaman ekonomi global yang saat ini terjadi.

"Kuatnya pemerintahan, tentunya berdampak pada stabilitas politik nasional sebagai syarat penting percepatan kerja pembangunan ekonomi nasional," tegasnya.

Akan tetapi, ia tak menampik bahwa idelanya dalam demokrasi yang sehat dibutuhkan kekuatan politik di luar pemerintahan. Hal itu juga pernah dilakukan PDIP selama 10 tahun berada di luar pemerintah.

“Berada di luar pemerintahan memiliki peran penting guna menyiapkan opsi kebijakan politik, sehingga rakyat memiliki gambaran, kebijakan politik mana yang lebih baik antara the ruling party dan the opponent party. Kebijakan alternatif penting dan berkontribusi meningkatkan kualitas demokrasi," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya