Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Waketum Gerindra: Jangan Semata-mata Artikan Prabowo Sebagai Menhan

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 05:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kesiapan Prabowo Subianto untuk membantu pemerintahan dalam bidang pertahanan tak serta-merta dimaknai dengan duduknya Ketua Umum Gerindra itu di posisi Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja II Jokowi-Maruf.

Menurut Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono, bidang pertahanan tak melulu diartikan sebagai tugas Kementerian Pertahanan.

"Bicara pertahanan bukan semata terkait pertahanan militer dan keamanan, tetapi harus juga diartikan tugas untuk menciptakan pertahanan pangan, energi, dan pertahanan ekonomi, serta keamanan ekonomi," kata Arief Poyuono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (21/10).


Dewasa ini, jelasnya, pangan hingga keamanan perekonomian Indonesia sangat rawan diguncang oleh keadaan ekonomi global.

Bahkan ia berpandangan, pertahanan dan keamanan ekonomi nasional menjadi hal yang paling penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja, investasi, hingga swasembada pangan dan energi.

"Jika pertahanan dan keamanan ekonomi sudah kuat, baru kita secara otomatis akan punya sistem pertahanan dan keamanan militer yang kuat," tutupnya.

Senin sore,  Prabowo didampingi oleh Waketum Gerindra, Edhy Prabowo memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Usai melakukan pertemuan, Prabowo mengaku diminta untuk memperkuat kabinet.

“Saya diminta membantu di bidang pertahanan. Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sekeras mungkin capaian yang ditentukan,” tegas Prabowo.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya