Berita

Sejumlah relawan menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta/RMOL

Politik

Jadi Saksi Mata, Said Didu: Pelantikan Presiden 2014 Sangat Ramai, Sekarang Sepi Dan Tegang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 04:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Suasana pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 terasa berbeda jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tak ada arak-arakan dan tingginya euforia masyarakat dalam menyabut Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Maruf Amin.

Setidaknya demikian yang dirasakan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu.

"Saya saksi mata di Jalan Thamrin, Jakarta, arak-arakan rakyat sangat ramai pada pelantikan Presiden 2014," kata Said Didu dalam akun twitternya, Senin dini hari (21/10).


"Artinya kepercayaan rakyat saat itu sangat tinggi, tapi hasilnya tidak sesuai janji," sambungnya.

Said Didu yang mengaku menjadi saksi mata pelantikan Jokowi-JK pada 2014 silam heran dengan respons masyarakat terhadap pelantikan periode kedua Jokowi ini.

"Pelantikan 2019 sangat sepi dan tegang. Kita tunggu hasilnya akan seperti apa," tandasnya.

Dalam kesempata sebelumnya, Presiden Joko Widodo memang sempat meminta acara pelantikan kali ini digelar secara sederhana. Namun ia juga tak melarang kepada masyarakat yang ingin menggelar arak-arakan. Permintaan acara sederhana itu juga ditujukan kepada prosesi yang berlangsung di MPR RI.

"Saya menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan dalam pelantikan dilakukan sederhana saja, tapi juga tanpa mengurangi kekhidmatan dan keagungan dari acara itu," tutur Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu lalu (16/10).

Terpantau, kemeriahan terjadi di area Patung Kuda, Jakarta Pusat yang diselenggarakan para relawan. Berbagai tarian hingga bentangan bendera merah putih sepanjang 200 meter juga disuguhkan dalam acara tersebut. Namun tak ada arak-arakan yang membawa Jokowi-Maruf seperti halnya saat pelantikan Jokowi-JK 2014 silam.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya