Berita

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin sumpah jabatan/Ist

Politik

Jokowi Diwanti-Wanti Tak Pilih Menteri Yang Cuma Cari Panggung Untuk 2024

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 03:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada pesan khusus yang disampaikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pengusung utama Presiden Joko Widodo terhadap calon-calon menteri Jokowi.

Di hadapan para kader, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengingatkan bahwa jabatan menteri bukanlah pegawai tinggi biasa, melainkan tugas negara untuk membantu presiden melaksanakan tugas konsitusional maupun ideologisnya.

Menurutnya, menjadi menteri bukanlah untuk mengibarkan bendera pencalonan Presiden 2024. Hasto bahkan mengaku pihaknya sudah meminta kepada Presiden untuk tidak memilih menteri yang memiliki kepentingan terselubung untuk Pilpres 2024.


"Jadi calon menteri itu cita-citanya membangun negara, bukan membangun citra pribadi," kata Hasto dalam syukuran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/10).

Di periode kedua, Jokowi dinilai membutuhkan menteri yang siap bekerja dan paham dengan departemen yang dipimpinnya. Tak hanya itu, integritas juga menjadi hal utama.

"Pak Jokowi itu kerja 24 jam. Jadi menterinya juga harus tahan banting. Kalau Pak Jokowi minum temulawak 1 gelas, menteri harus 2 gelas karena harus kerja lebih keras," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga kembali menyinggung pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri terkait dengan pembantu presiden.

"Menteri harus ingat membawa nama baiknya, nama baik keluarganya. Jadi tak boleh lagi melakukan hal-hal yang melanggar aturan," tandasnya.

Hingga kini, belum ada gambaran jelas soal sosok menteri-menteri yang bakal mengisi kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf. Namun dalam pidato pelantikan, Jokowi memastikan bakal mengumumkan susunan kabinetnya dalam waktu dekat.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya