Berita

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (kedua dari kiri) saat syukuran pelantikan Jokowi/Ist

Politik

Tak Ada Satupun Fokus Hukum Dalam Pidato Jokowi, Ini Kata PDIP

SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 01:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada lima fokus pembangunan yang disampaikan Presiden Joko Widodo untuk mengarungi kepemimpinannya bersama KH Maruf Amin lima tahun ke depan.

Namun dalam target pemerintah yang disampaikan pada pidato pelantikan Presiden dan Wakil Presiden itu, tak satupun bidang hukum yang disinggung Presiden Jokowi.

Merespons hal itu, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menilai pidato yang disampaikan bukanlah pidato kenegaraan sebagaimana dalam sidang tahunan 16 Agustus lalu.


"Ini merupakan pidato pengukuhan beliau sebagai Presiden sehingga yang disampaikan adalah sebuah visi 2045 yang akan datang," kata Hasto di sela acara syukuran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu malam (20/10).

Dewasa ini, persoalan hukum menjadi sorotan utama terhadap pemerintahan Jokowi. Sebut saja soal RKUHP dan Revisi UU KPK yang mendapat beragam penolakan dari masyarakat.

Bahkan Revisi UU KPK yang telah resmi menjadi Undang-Undang baru KPK sudah berlaku tanpa tanda tangan presiden. Padahal, banyak masyarakat menilai UU tersebut telah mengamputasi bahkan melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi.

Akan tetapi, lima pandangan presiden soal pembangunan yang disampaikan dalam pidato pelantikan juga tak kalah penting.

"Ini sebuah haluan yang harus dijalankan kita sebagai suatu bangsa agar punya arah, tapi berakar kuat sebagai rakyat Indonesia," tandasnya.

Setidaknya, ada lima fokus pembangunan yang akan dikejar pemerintah lima tahun ke depan, yakni memprioritaskan pembangunan SDM yang pekerja keras dan dinamis, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi yang menjadi kendala, penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran, dan transformasi ekonomi.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya