Berita

Foto: Repro

Politik

Hubungan Jokowi-Prabowo Spesial, Biduk Lalu Kiambang Bertaut

SABTU, 19 OKTOBER 2019 | 11:10 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pemilihan presiden 2019 bulan April lalu sesungguhnya bukan pertarungan pribadi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Melainkan pertarungan gagasan untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Adapun Jokowi dan Prabowo  memiliki hubungan yang sangat spesial. Prabowo bukan sosok asing bagi Jokowi. Adalah Prabowo yang mempromosikan Jokowi dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2012.

“Di tahun pertama periode 2014-2019, Jokowi berkunjung ke kediaman Prabowo di Hambalang. Mereka naik kuda. Jokowi nyaman bersama Prabowo,” ujar Pemimpin Umum RMOL Network, Teguh Santosa, dalam diskusi di CNN Indonesia, Jumat malam (19/10).


Teguh menggambarkan hubungan Jokowi dan Prabowo itu dalam pepatah Melayu yang berbunyi: biduk lalu kiambang bertaut.  

Menurut hemat Teguh, pertemuan keduanya di Stasiun MRT Lebak Bulus yang dilanjutkan perjalanan menuju Stasiun Senayan dan makan siang di FX Sudirman Plaza adalah pengakuan Jokowi bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia tidak sederhana, dan ia membutuhkan uluran tangan dari semua pihak, termasuk Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo juga memiliki penilaian yang sama.

Dengan latar belakang hubungan keduanya, dan kesadaran akan tantangan yang dihadapi Indonesia, sangat masuk akal apabila Prabowo menerima ajakan Jokowi agar Gerindra membantunya dalam pemerintahan.

Teguh yang juga dosen politik di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan, kehadiran Gerindra di tubuh pemerintahan Jokowi tidak berarti kematian oposisi dan kritik sosial.

Dia mengingatkan, sistem pemerintahan Indonesia bukan parlementer, melainkan presidensial. Dalam sistem ini presiden sebagai kepala pemerintahan memiliki hak prerogatif untuk menyusun kabinet.

Pemerintahan koalisi bukan baru dilakukan di era Jokowi, katanya lagi. Selama sepuluh tahun di era SBY, pemerintahan juga bercorak koalisi. Dan itu tidak mematikan fungsi parlemen.

Persoalan-persoalan yang dibicarakan lembaga eksekutif dan lembaga legislatif akan diperdebatkan sesuai dinamika politik yang berkembang.

Seperti pengisian bahan bakar di SPBU, kata Teguh lagi. Setiap persoalan akan dibahas dari titik nol.

Terkait dengan kemungkinak kehadiran atau keikutsertaan Gerindra di pemerintahan Jokowi jilid dua, Teguh mengatakan, Prabowo sudah memberikan isyarat bahwa ia tertarik membantu di bidang ekonomi.

Setelah pertemuan terakhir dengan Jokowi di Istana, Prabowo mengatakan bila dipercaya dia bersedia membantu pertumbuhan ekonomi mencapai double digit.

“Ini big push yang ditawarkan Prabowo. Bukan hanya untuk dirinya, atau untuk Jokowi. Tetapi untuk semua rakyat Indonesia,” demikian Teguh.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya