Berita

Ketua Umum PP GPII Masri Ikoni/Net

Politik

Ketum GPII: Sambut Pemimpin Baru Dengan Riang Gembira

JUMAT, 18 OKTOBER 2019 | 18:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mendukung aparat gabungan TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan pelantikan presiden agar berjalan aman, damai dan riang gembira. Pelantikan kepala negara adalah pesta rakyat menyambut pemimpin baru.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP GPII Masri Ikoni dalam acara pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) GPII 2019 dan resepsi Milad ke-74 GPII, di kawasan Cikini, Mentang, Jakarta, Jumat (18/10).

Joko Widodo dan Maruf Amin akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 dalam sidang MPR RI pada 20 Oktober 2019.


Menurut Masri, arah gerakan GPII dalam konteks politik nasional adalah mengedepan kepentingan'Merah Putih di atas semua kepentingan sektoral.

Sehingga GPII mengambil inisiatif lewat forum Mukernas untuk mendukung proses sirkulasi kepemimpinan nasional berjalan aman, damai dan riang gembira di tengah kepungan isu radikalisme dan terorisme dengan memanfaatkan gerakan pelajar dan mahasiswa.

"Demo itu hak yang dijamin dalam konstitusi, tak ada yang melarang namun harus sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh undang-undang sehingga tidak menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas warga lainnya. Jika demo-demo yang rusuh dan anarkis apalagi disertai agenda untuk menggagalkan pelantikan Presiden maka kami mendukung aparat untuk bertindak tegas dengan semua protap yang berlaku," tutur Masri.

Mukernas GPII 2019 digelar selama tiga hari. Dalam rangkaian acara pembukaan kali ini tampak hadir dari perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk sosialisasi kaum milenial anti narkoba. GPII sendiri lahir pada 2 Oktober 1945 yang didirikan oleh tokoh muda pergerakan di jaman itu antara lain KH. Wahid Hasyim (NU), Anwar Cokroaminoto (Syarekat Islam), Muhammad Natsir (mantan Perdana Menteri).

Selain itu nampak hadir dalam acara ini para mantan Ketua Umum PP GPII antara lain Karman BM, Rahmat Kardi dan A. Toha Al Mansur.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PP GPII Ujang Ridwansyah mengatakan, GPII mendukung aparat menindak tegas jika ada ada kelompok-kelompok yang ingin mengganggu proses pelantikan Presiden yang merupakan jadwal rutin kenegaraan tiap lima tahun.

"Proses kompetisi politik di pemilu dan pilpres sudah selesai serta rekonsialisasi antara kubu Jokowi dan Prabowo juga berlangsung sejuk, sehingga jika ada pihak-pihak lain yang terus memprovokasi perpecahan maka bisa dipastikan merekalah provokator yang tak ingin Indonesia damai dan bersatu," pungkas Ujang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya