Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Sebelum Dilantik, Jokowi Disarankan Berkontemplasi Sejenak

JUMAT, 18 OKTOBER 2019 | 11:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo sebelum dilantik untuk periode kedua diminta melakukan kontemplasi agar lebih jernih dalam memandang dan menyelesaikan berbagai persoalan negeri yang datang bertubi-tubi akhir-akhir ini.

Jokowi bersama Maruf Amin akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden priode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris mengatakan, semua persoalan bangsa ini mendesak untuk segera diurai dan diselesaikan satu persatu agar ritme bangsa ini bisa kembali normal.


Menurut Fahira, sepanjang tahapan Pemilu 2019 kemarin, energi bangsa ini sudah habis terkuras. Harusnya setelah pemilu selesai energi bangsa ini terisi kembali dengan optimisme. Namun berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini kembali menguras energi seluruh anak bangsa.  

"Saya khawatir bangsa ini kehabisan energi. Jika itu sampai terjadi, kita sama-sama tahu apa yang bakal terjadi pada negeri ini. Sebelum dilantik, dalam beberapa hari ini saya sarankan Pak Jokowi berkontemplasi agar bisa memandang lebih jernih apa penyebab bangsa ini terus berpindah dari satu kegaduhan ke kegaduhan lainnya. Lakukan olah pikir, agar perjalanan bangsa ini ke depan lebih baik," ujar Fahira, Jumat (18/10).

Dia mengungkapkan Indonesia lahir dari sebuah kompleksitas situasi dan permasalahan. Namun semua persoalan itu bisa diurai dengan baik karena para pemimpin pergerakan selalu melakukan perenungan dan berpikir dengan sepenuh perhatian merespon situasi dan kondisi dunia kolonial saat itu.

Proses perenungan dan olah pikir inilah yang menghasilkan sebuah negara Indonesia yang saat ini sudah berdiri 74 tahun. Oleh karena itu, kompleksitas persoalan yang bertubi-tubi menghantam bangsa saat ini harus diurai dengan olah pikir pemimpinnya.

"Sisihkan waktu, berkontemplasi. Pahami sejarah berdirinya negeri ini. Resapi spirit para pendiri bangsa mendirikan Indonesia. Lewat kontemplasi mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menemukan akar persoalan kenapa kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Apa kekuasaan yang diberikan rakyat sudah dikembalikan ke rakyat lewat keadilan sosial, keadilan hukum, keadilan ekonomi?" pungkas Fahira.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya