Berita

Optimisme Di Tengah Kesulitan/Net

Publika

Optimisme Di Tengah Kesulitan

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 10:20 WIB

SITUASI senantiasa problematik. Hal-hal baik yang diharapkan kadang seperti menjauh. Beban terasa berat. Tekanan dari berbagai sisi menguat dan menyesakkan.

Iklim ekonomi mencekik diri dan lingkup negeri. Bukan bahagia tetapi pajak dan tarif yang meningkat.

Kultur politik semakin hegemonik. Kekuasaan seperti hanya milik sekelompok orang yakni lingkaran penikmat. Rakyat pasrah digiring kesana-kesini menjadi gembalaan yang semakin tak bermartabat.


Kehidupan beragama penuh kecemasan karena agama dianggap bahaya. Ketaatan identik dengan radikal dan tak bertenggang rasa.

Membangun persaudaraan dianggap mengancam tatanan. Agama adalah musuh negara bersenjata dogma. Parah sekali bacaan penguasa yang buta.

Umat dan masyarakat mengalami kesulitan yang sangat di mana berbicara keadilan dianggap memecah persatuan. Kebenaran semata nilai-nilai yang dirumuskan oleh elite penguasa.

Menyuarakan kejujuran dan kebenaran tidak leluasa. Terjepit di tengah aturan yang memperkosa. Aturan yang dibuat untuk melindungi sifat rakus dan nyaman dalam mencuri harta negara.

Demi kestabilan, demi pembangunan, dan demi  investasi kaum penjajah, maka alat negara diarahkan dan dikerahkan untuk mengawal kejahatan terselubung. Korupsi dan manipulasi yang menggilas bangsa sendiri.

Semua menjadi ujian keimanan. Benarkah kebenaran sedang diperjuangkan atau kepura-puraan untuk keuntungan materi yang sedang dinegosiasi?

Jika keimanan sebagai landasan, tentu kesulitan hanya kausa dari akibat kebahagiaan dan kemenangan yang dekat-dekat saja waktunya. Allah telah mengingatkan.

"Apakah kamu mengira bahwa akan masuk surga, padahal belum datang (cobaan) seperti orang orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kesulitan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rosul dan orang orang beriman berkata "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat" (QS 2:214).

Tidaklah kemenangan didapat dengan bersantai dan berjuang sekadarnya. Tekanan dan kesulitan adalah sinyal akan tiba pertolongan Allah. Optimisme perlu terpancar di saat menghadapi keputusasaan. Begitu hukum ilahi.

Nah, ketika kekuasaan merasa di atas angin. Bisa berbuat apa saja. Melumpuhkan siapa saja. Jaringan semua sudah dikuasai. Senjata tak tertandingi. Perintah telah menjadi hukum. Kezaliman dibahasakan keadilan.

Potensi perlawanan strategis telah dikendalikan dan dilemahkan. Pejuang kemerdekaan tinggal sedikit dan itupun berserakan. Dinistakan dan tak diperhitungkan. Seolah semua sudah berada di titik nadir kehancuran.

Maka itulah saat atau momen pertolongan Allah "alaa inna nashrallahi qariib". Allah membantu para penolong-Nya.

Penguasa zalim rontok. Para diktator jatuh dan menjadi pesakitan. Kelompok mapan bergelimpangan kehilangan kekuasaan dan kekayaan. Kejayaan mulai dipergilirkan.

Mereka yang tertawa di singgasana kini menangis, mengais-ngais belas kasihan. Macan telah berubah jadi katak. Yang hanya bisa melompat lompat.
Waktu untuk berdusta dan menyakiti rakyat telah usai. InsyaAllah.

M Rizal Fadillah
Pengamat Politik dan Keagamaan

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya