Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/RMOL

Politik

Defisit BPJS Ditambal Cukai Rokok, Analis: Menkeu Jangan Tularkan Gaya Kerjanya ke BPJS Dong!

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 09:25 WIB | LAPORAN: AMAL TAUFIK

Pemerintah terus mencari cara untuk menutup defisit anggaran yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang terus membengkak. Akhir tahun ini bahkan diproyeksikan defisit BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp 32 triliun.

Untuk itu, pada 2018 Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres ini diatur penggunaan pajak rokok untuk mendukung program BPJS. Alias membantu menutup defisit.

Soal penggunaan cukai rokok ini dikritisi oleh Analis Ekonomi Politik, Kusfiardi. Ketentuan tersebut dinilai dipengaruhi oleh gaya kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani yang doyang ngutang.


"Menteri Keuangan harusnya jangan menularkan gaya kerjanya ke BPJS dong. Tiap defisit, kita 'utang'," ujar Kusfiardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/10).

Founder FINE Institute tersebut juga menanggapo soal rencana menaikkan iuran BPJS. Ia menilai, defisit anggaran BPJS perlu dievaluasi secara komperehensif.

"Kita harus tahu kenapa itu defisit. Jangan-jangan itu yang ngurusin BPJS yang nggak bener," pungkasnya.

Diketahui, pemerintah melalui Menkeu Sri Mulyani telah memutuskan untuk menaikkan iuran bagi peserta BPJS Kesehatan pada awal 2020 mendatang.

Kenaikan iuran ini bahkan angkanya mencapai dua kali lipat. Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mengatasi masalah defisit yang terus dialami BPJS Kesehatan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya