Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak/Net

Politik

Pemerintah Tidak Butuh Buzzer Andai Punya Prestasi Tinggi

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 03:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Fenomena buzzer atau pendengung di media sosial masih marak pasca pertarungan Pilpres 2019 berlangsung.

Jurubicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menguraikan bahwa buzzer masih bertahan untuk menyebar hal-hal yang pro pemerintah.

Hal itu sesuai dengan hasil penelitian dari Universitas Oxford berjudul “The Global Disinformation Order 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation” yang digarap oleh Samantha Bradshaw dan Philip N. Howard.

Dengan kata lain, kata mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu buzzer muncul karena pemerintah minim prestasi. Sebab, ketika prestasi pemerintah tinggi dan baik, maka secara otomatis pasti masyarakat jadi buzzer pemerintah secara sukarela

“Jadi sebenarnya tidak usah khawatir kalau punya prestasi, publik akan ramai-ramai jadi buzzer,” ujarnya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk “Siapa yang Bermain Buzzer?” yang disiarkan TV One, Selasa (8/10).

Lebih lanjut, Dahnil turut menduga bahwa buzzer yang lebih ramai ketimbang para top influnce karena percakapan dan perilaku para politisi Indonesia tidak berkualitas. Buzzer akhirnya mengambil peran sebatas menyebar pernyataan mereka.

“Mereka tidak bisa mengeluarkan ide otentik. Akhirnya ada pesanan, ada permintaan untuk menyebar pesan,” pungkasnya.

Populer

Aktivis Myanmar: Kami Menentang Dan Mengutuk Indonesia Atas Rencana Mengirimkan Utusan Ke Burma

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:14

Guru Besar Atomi University Jepang: Indonesia Salah Satu Benteng Demokrasi Di Asia Tenggara, Sayangnya Mundur

Senin, 22 Februari 2021 | 20:17

Sudah Di Meja Jokowi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Dikabarkan Salah Satu Yang Bakal Dicopot

Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:42

Jokowi Tidak Perlu Dihukum Dan Habib Rizieq Bisa Diangkat Jadi Duta Prokes

Jumat, 26 Februari 2021 | 10:38

Kemang Banjir, JK: Gubernur Yang Kasih Izin Mall Harus Tanggung Jawab

Jumat, 26 Februari 2021 | 15:39

Pindah Ibu Kota Tidak Sesuai Dengan Omongan Jokowi ‘Atasi Banjir Lebih Mudah Jika Jadi Presiden’

Senin, 22 Februari 2021 | 08:54

Jokowi Dikerubung Warga, Iwan Sumule: Rakyat Dihukum, Rakyat Diminta Maklum

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:53

UPDATE

Polri Punya Aplikasi e-Dumas, Komisi III DPR Harap Masyarakat Tak Ragu Untuk Mengadu

Senin, 01 Maret 2021 | 16:24

Tanpa Campur Tangan Pemerintah, Maskapai Penerbangan Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Senin, 01 Maret 2021 | 16:02

Keluarga Laskar FPI Yang Tewas Tantang Kapolda Dan Jajaran Mubahalah

Senin, 01 Maret 2021 | 15:59

LaNyalla: Penataan Hutan Harus Sentuh Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 01 Maret 2021 | 15:56

Sidak Pelayanan Satu Atap, Wakil Walikota Bandarlampung Mengaku Puas

Senin, 01 Maret 2021 | 15:49

Wayan Koster Klaim Warga Bali Sambut Baik Perpres Investasi Minol

Senin, 01 Maret 2021 | 15:48

Tunangan Khashoggi Desak AS Beri Hukuman Pada Putra Mahkota MBS Yang Terlibat Pembunuhan

Senin, 01 Maret 2021 | 15:45

Akuntabilitas Dan Elektabilitas PDIP Bakal Tergerus Dengan Sederet Kader Berurusan Di KPK

Senin, 01 Maret 2021 | 15:44

Brigjen Prasetijo Utomo Tak Ngaku Menerima Suap Djoko Tjandra

Senin, 01 Maret 2021 | 15:39

Cerita Pengalaman Naik Kereta Listrik Yogya-Solo Bareng Presiden, Ganjar Ngaku Diledek

Senin, 01 Maret 2021 | 15:31

Selengkapnya