Berita

Trump dan Erdogan/Net

Dunia

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki Jika Terlalu Jauh Serang Suriah

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 07:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik keras sekutu NATO, Turki dengan mengancam akan menghancurkan ekonominya jika negara tersebut melakukan serangan militer terencana di Suriah terlalu jauh.

Pada Senin (7/10), dia mengatakan akan benar-benar menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki jika negara itu mengambil tindakan di Suriah yang dia anggap "terlarang".

Peringatan keras itu diambil menyusul keputusannya pada hari Minggu (6/10) untuk menarik 50 pasukan pasukan khusus Amerika Serikat dari timur laut Suriah.


Dikabarkan Reuters, penarikan itu akan membuat pasukan pimpinan Kurdi di Suriah yang telah lama bersekutu dengan Amerika Serikat rentan terhadap serangan yang direncanakan oleh militer Turki, yang mencap mereka sebagai teroris.

"Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, dan hanya untuk mengulangi, jika Turki melakukan sesuatu yang menurut saya, dengan kearifan saya yang besar dan tak tertandingi, dianggap terlarang, saya akan benar-benar menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki (yang telah saya lakukan sebelumnya)" tulis Trump di akun Twitternya.

Namun peringatan itu tampak tidak diindahkan oleh Turki. Pasalnya, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan di Twitter pada Senin malam (7/10) bahwa persiapan untuk kemungkinan operasi militer ke Suriah timur laut telah selesai.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya