Berita

Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Faldo Maldini Lompat Ke PSI, PAN: Siapa Tahu Lebih Beruntung

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 19:24 WIB | LAPORAN: ICHSAN YUNIARTO

Partai Amanat Nasional (PAN) membandingkan mantan kadernya, Faldo Maldini dengan kader lainnya.

Menurut Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay, PAN mempunyai banyak kader muda atau milenial. Hanya saja, kader yang lainnya lebih sabar ketimbang Faldo.

"Politisi milenial yang bergabung dengan PAN lumayan banyak. Mereka sama saja dengan Faldo. Bedanya, mereka sabar dan gigih berjuang sehingga bisa langsung terpilih. Sementara Faldo, kelihatannya belum maksimal dan masih perlu kerja keras untuk terpilih," tutur Saleh kepada wartawan, Sabtu (5/10).


Saleh menambahkan, pihaknya tidak akan menahan kadernya untuk hengkang dari partai. Terlebih jika kadernya tersebut pindah ke partai lain.

"PAN tidak bisa menahan seseorang yang hendak keluar dari  dari PAN. Waktu gabung dengan PAN kan juga atas dasar kerelaan dan keinginan sendiri. Sekarang ingin keluar, ya pasti tidak akan ditahan-tahan," tuturnya.

Saleh pun sedikit menyindir Faldo yang diketahui lompat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Silakan mencoba cari nuansa baru di partai lain. Mana tahu lebih beruntung, lebih sabar, dan lebih gigih," sindirnya.

Sementara itu, ketika disinggung apakah dirinya sudah melihat surat pengunduran diri dari Faldo, Saleh menegaskan jika hal itu tak penting.

“Saya tidak tahu dan belum melihat langsung surat pengunduran dirinya. Tapi kan tidak penting juga melihat surat pengunduran diri itu. Kan sudah disampaikannya ke publik lewat media. Itu sudah lebih dari cukup," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya