Berita

Boris Johnson/Net

Dunia

Inggris Terbitkan Rencana Akhir Brexit Dengan Peringatan Tidak Ada Kesepakatan

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Boris Johnson menerbitkan proposal akhir Brexit pada Rabu (2/10).

Dia menegaskan kepada para pemimpin Uni Eropa bahwa Inggris akan hengkang dari blok tersebut tanpa kesepakatan pada 31 Oktober jika mereka tidak menerima persyaratan yang dia ajukan.

Johnson menambahkan, kedua belah pihak memiliki waktu hingga 11 Oktober mendatang untuk menyelesaikan garis besar utama kompromi sehingga dapat dimasukkan dalam agenda KTT para pemimpin UE di Brussels pada tanggal 17-18 Oktober.


"Mari kita tidak ragu (mencari) apa alternatifnya-alternatifnya, bukan kesepakatan," kata Johnson pada konferensi partai Konservatif di Manchester.

"Itu sama sekali bukan hasil yang kita cari. Tapi izinkan saya memberi tahu Anda teman-teman saya, itu adalah hasil yang kami siapkan," tambahnya.

Proposal terbaru Johnson mencakup beberapa ketentuan dasar, termasuk soal batas waktu empat tahun yang telah ditolak oleh para pemimpin Uni Eropa di masa lalu.

Sementara itu sejumlah pejabat di Brussels dan penentang Brexit di Inggris khawatir akan kekacauan ekonomi jika Inggris mengakhiri keanggotaannya selama 46 tahun di Uni Eropa tanpa perjanjian.

Menanggapi proposal final Johnson itu, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menunjuk bahwa ada poin-poin bermasalah yang akan membutuhkan pekerjaan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu, Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan proposal Johnson tidak sepenuhnya memenuhi tujuan yang disepakati.

Sedangkan di dalam negeri Inggris sendiri, kepala kelompok pengarah Brexit Parlemen Eropa (BSG) Guy Verhofstadt menyebut bahwa tawaran Inggris itu bukan upaya serius untuk mencapai kesepakatan tetapi upaya untuk mengalihkan kesalahan atas kegagalan ke Brussels.

"Penilaian pertama dari hampir setiap anggota di BSG sama sekali tidak positif," kata Verhofstadt seperti dimuat Channel News Asia.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

TNI AL dan Kemhan Belanda Bahas Infrastruktur Bawah Laut Kritis

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:00

Beda Imlek dan Cap Go Meh, Ini Makna dan Rangkaian Tradisinya

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:52

Kabar Baik! Bansos PKH dan Bencana Bakal Cair Jelang Lebaran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:36

KPK Sita 50 Ribu Dolar AS dari Kantor dan Rumah Dinas Ketua PN Depok

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:27

Mengupas Multi Makna Kata 'Lagi'

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:18

Keberadaan Manusia Gerobak Bakal Ditertibkan Jelang Ramadan

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:07

Prabowo Diyakini Bisa Dua Periode Tanpa Gibran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:02

KPK Endus Pencucian Uang Korupsi Sudewo Lewat Koperasi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Selengkapnya