Berita

Abdul Kadir Karding/Net

Politik

Ketimbang Cak Imin, Karding Lebih Cocok Jadi Pimpinan MPR

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 15:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wajah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sudah mulai terlihat. Beberapa partai sudah menugaskan kadernya untuk menduduki posisi lembaga tinggi negara itu.

Nama-nama politisi segudang pengalaman sudah pasti akan mengisi diantaranya, Ahmad Muzani dari Gerindra, Lestari Moerdijat dari Nasdem. Sedangkan beberapa partai lainnya masih belum secara terbuka menugaskan kadernya.

Jauh-hari hari PKB sudah menegaskan bahwa sang Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) akan diajukan sebagai Ketua MPR.


Meski demikian, kehendak politik keponakan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) itu sepertinya tak berjalan mulus. Elite partai lain secara terang-terangan langsung menyatakan keberatan.

Diketahui, MPR sebagai lembaga pimpinan wakil rakyat membutuhkan sosok negarawan yang memiliki rekam jejak mampu berkolaborasi dengan elite partai lain dan elemen bangsa lainnya. Bukan hanya sosok kuat di internal partai.

Khusus untuk PKB, nama mantan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dinilai oleh beberapa kalangan lebih layak untuk menduduki kursi pimpinan MPR.

Pria kelahiran Donggala, Palu tahun 1973 lalu itu tercatat sudah kenyang pengalaman menapaki karir politiknya.

Tanpa bayang-bayang nama besar leluhurnya, Karding terbukti sukses sebagai seorang legislator yang merangkak dari bawah.

Soal pengalaman berorganisasi, Karding menjalani karir sejak lulus dari SMAN 2 Palu. Sejak tahun 1992 dia hijrah ke Semarang dan berkuliah di Universitas Diponegoro, Karding malang melintang di dunia aktivis.

Sebut saja PMII sejak tahun 1992 dan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Tengah pada tahun 1997. Hari-hari Karding saat itu diisi demonstrasi menentang rezim order baru.

Karir politiknya dimulai sejak tahun 1999 menduduki jabatan Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah. Selain itu, sejak tahun 1999, Karding menjadi wakil rakyat di Jawa Tengah dan menjabat sebagai salah satu ketua Komisi.

Sejak awal, pengagum Gus Dur ini tercatat getol menyuarakan kesejahteraan kelompok marginal, mulai guru swasta, memenuhi hak-hak buruh dan memperjuangkan hak korban PHK massal.

Tahun 2009, Karding menuju Senayan dari dapil Magelang, Purworejo, Wonosobo dan Temanggung. Sejak saat itulah  Karding langsung mendapat kepercayaan menjabat Ketua Komisi VIII.

Jejak kontribusi sebagai legislator tercatat saat dia mengusulkan UU tentang Kerukunan Umat Beragama. Prestasi yang juga menonjol saat mendapat tugas di Baleg adalah keberhasilan memperjuangkan aspirasi petani tembakau dengan meloloskan RUU Pertembakauan masuk menjadi salah satu RUU di prolegnas. 

Setelah 5 tahun hijrah ke Ibukota, berkat kepiawaiannya menjalankan tugas partai, pada tahun 2014 Karding dipilih Cak Imin sebagai Sekretaris Jenderal partai.

Kerja politiknya bersama tim pemenangan PKB berhasil mengantarkan PKB meraih 58 kursi di senayan. Selain itu ribuan legislator di provinsi dan DPRD kabupaten/kota tentu tak lepas dari kerja politiknya.

Abdul Kadir Karding juga tampak menonjol saat menjadi salah satu wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Makruf Amien.

Karding tampak lincah dan sangat cair saat melakukan komunikasi politik dengan sesama anggota TKN. Bahkan saat berinteraksi dengan lawan politiknya yakni pengusung Prabowo- Sandiaga Uno, Karding juga sangat mampu memberikan pandangan politik yang meneduhkan dan tidak menyinggung calon dan elite lainnya.

Rekam jejak kepiawaian politik itulah yang dibutuhkan untuk memperkuat tugas dan fungsi kelembagaan MPR periode mendatang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya