Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

AS Batasi Akses Transkrip Percakapan Trump Dengan Pemimpin Rusia Dan Arab Saudi, Apa Yang Disembunyikan?

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2019 | 08:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gedung Putih membatasi akses ke transkrip panggilan telepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berisi percakapan sensitif dengan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin Arab Saudi.

Dikabarkan New York Times, dengan mengutip sejumlah sumber, langkah ini diambil pasca kebocoran transkrip pembicaraan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky beberapa waktu lalu yang memicu penyelidikan serta upaya pemakzulan.

"Panggilan Saudi yang ditempatkan dalam sistem terbatas adalah dengan Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan Pangeran Khalid bin Salman, yang pada saat itu adalah duta besar Saudi untuk Amerika Serikat," begitu bunyi laporan tersebut.


Sumber yang sama menyebut, beberapa pejabat yang masih menjabat serta mantan penjabat menilai bahwa langkah itu masuk akal mengingat jumlah kebocoran dari Gedung Putih.

Secara terpisah, Washington Post melaporkan pada hari Jumat (27/9) bahwa pada tahun 2017, Trump mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Duta Besar Rusia Sergey Kislyak bahwa dia tidak terganggu dengan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum Amerika Serikat tahun 2016, karena Amerika Serikat melakukan hal yang sama di negara lain.

Mengutip tiga mantan pejabat anonim, Washington Post, pertemuan itu diadakan hanya satu hari setelah Trump memecat direktur FBI James Comey. Dia mengatakan kepada Lavrov dan Kislyak bahwa pemecatan itu telah membebaskannya dari tekanan besar.

Langkah terbaru datang pasca panggilan telepon antara Trump dan Zelensky memicu kontroversi.

Dalam percakapan telepon yang dilakukan keduanya bulan Juli lalu Trump mendesak Zelensky untuk menyelidiki perusahaan milik putra calon pesiang utamanya dalam pemilu 2020, Joe Biden di Ukraina.

Pengungkapan ini mendorong Ketua DPR Nancy Pelosi untuk meluncurkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan kepada CNN, Gedung Putih pada Jumat (28/9) mengatakan bahwa langkah untuk menempatkan transkrip dalam sistem pembatasan dilakukan atas arahan pengacara Dewan Keamanan Nasional (NSC).

"Pengacara NSC memerintahkan agar dokumen rahasia ditangani dengan tepat," kata pernyataan itu.

Pejabat Gedung Putih mengatakan transkrip itu sudah diklasifikasikan sehingga tidak ada salahnya dengan memindahkannya ke sistem lain.
Namun Gedung Putih tidak menjelaskan mengapa transkrip itu diklasifikasikan khusus meskipun percakapan tidak termasuk dalam rahasia negara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya