Berita

Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKB, Nasim Khan/Net

Politik

RUU KUHP Hingga RUU Koperasi Ditunda, Fraksi PKB: Mari Benahi Pasal Kontroversial

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 02:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penundaan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) bermasalah direspons positif oleh fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Setidaknya, DPR menunda pengesahan RUU KUHP, RUU Perkoperasian, RUU Pertanahan, dan RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

"Kami akan perbaiki pasal-pasal yang kontroversial agar undang-undang yang kita hasilkan bisa lebih matang, kredibel, dan bermanfaat bagi rakyat," kata Kapoksi Fraksi PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan di Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/09).

Wakil Bendahara DPP PKB ini pun berterima kasih kepada pemerintah dan koleganya di DPR yang telah mendengarkan aspirasi rakyat agar beberapa RUU kontroversial itu ditunda pengesahannya.


Seperti halnya RUU Koperasi, ia berpandangan penundaan tersebut bisa dimanfaatkan DPR untuk memperbaiki dan menyempurnakan pasal-pasal yang tak sesuai dengan semangat dan cita-cita koperasi.

Dijelaskannya, dalam RUU Koperasi itu ada beberapa pembahasan kontroversial yang dianggap telah banyak menyimpang dari prinsip koperasi di Indonesia.

"Saya contohkan Pasal Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) yang seperti memaksa agar menjadikannya sebagai wadah tunggal koperasi. Kemudian adanya pasal yang berisi kontribusi iuran koperasi ke Dekopin secara wajib, kewenangannya juga sangat luar biasa. Ini tentu bakal bermasalah," katanya.

Selain itu, dalam rangka mendukung kegiatan Dekopin, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mengalokasikan pendanaan yang bersumber dari APBN dan APBD.

Anak buah Cak Imin ini pun berjanji agar bentuk koperasi yang menjalankan prinsip-prinsip Syariah bisa masuk ke dalam UU Perkoperasian dan menjadi payung hukum terhadap praktik syariah dalam penyelenggaraan koperasi.

"Insya Allah bisa," tegasnya.

Pada sidang pengambilan voting terhadap semua Fraksi untuk menerima dan melanjutkan pembicaraan RUU Koperasi ke tingkat II, PKB dan beberapa partai lain mengambil sikap tidak setuju.

"Hasil voting tidak setuju, seharusnya 'bahasa'-nya itu dibahas kembali bagi F-PKB," jelas dia.

Ia mengklaim, sejatnya F-PKB mendukung RUU Koperasi untuk dibahas dalam Rapat Paripurna dengan catatan pandangan fraksinya diperhatikan dan dibahas.

"Jangan (sampai ada) kesan memaksakan RUU, jadi isu di masyarakat tentang rentenir juga wadah tunggal Dekopin (harus) dapat diselesaikan dengan rumusan (undang-undang) yang baik," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya