Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

11 Anggota Keluarga Menikah Palsu 23 Kali Dalam Dua Minggu Demi Apartemen Gratis

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019 | 09:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 11 orang yang memiliki hubungan keluarga diduga melakukan 23 kali praktik pernikahan palsu dalam kurun waktu dua minggu.

Hal itu mereka lakukan dengan tujuan untuk bisa mendapatkan apartemen gratis.
Aksi tersebut bermula ketika seorang pria bernama Pan mendengar tentang skema kompensasi perpanjangan kota di salah satu bagian dari sebuah desa kecil di kota Lishui, provinsi Zhejiang timur, China.

Dalam skema itu, penduduk setempat yang sudah menikah ditawari sebuah apartemen sederhana berukuran 40 meter persegi.

Dalam skema itu, penduduk setempat yang sudah menikah ditawari sebuah apartemen sederhana berukuran 40 meter persegi.

Pan pun kemudian memiliki ide untuk segera menikahi lagi mantan istrinya yang tinggal di desa tersebut demi mendapatkan identitas penduduk setempat dan mendapatkan apartemen itu. Namun enam hari kemudian, dia menceraikan lagi istrinya setelah semua tujuannya itu tercapai.

Aksi tersebut dilakukan oleh anggota keluarga Pan lainnya. Pan menikahi saudara perempuannya, kemudian saudara iparnya dengan tujuan yang sama.

Ayah Pan juga melakukan hal yang sama. Dia menikahi beberapa kerabat, bahkan ibunya sendiri, dalam periode yang sama.

Setelah melakukan setiap pernikahan tersebut, mereka mendaftar sebagai penghuni desa untuk mendapatkan apartemen, sebelum mengajukan cerai.

CNN
merujuk pada laporan media lokal melaporkan bahwa Pan mendaftarkan tiga pernikahan di Kementerian Urusan Sipil setempat hanya dalam waktu satu minggu.

Aksi tersebut pun kemudian terbongkar pekan lalu setelah komite yang mengawasi pembangunan kembali desa menemukan pola mencurigakan itu dan mengajukan pengaduan ke polisi.

Setelah penyelidikan dilakukan, 11 orang yang terlibat dalam pernikahan palsu itu pun ditangkap.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya