Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Di Tengah Kebuntuan Politik, Presiden Israel Dorong Netanyahu Bentuk Pemerintahan Koalisi

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019 | 07:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Israel Reuven Rivlin menugaskan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membentuk pemerintahan koalisi.

Rivlin tidak menjamin Netanyahu akan memimpin pemerintahan Israel berikutnya pasca pemilu berakhir kebuntuan politik kemarin. Namun, dia memberikan waktu selama enam minggu bagi Netanyahu untuk membentuk koalisi mayoritas di parlemen Israel.

"Tanggung jawab untuk membentuk pemerintah akan diserahkan kepada perdana menteri dan pemimpin Likud Benjamin Netanyahu," begitu keterangan yang dirilis kantor presiden Israel (Rabu, 25/9).


Dengan demikian, pemimpin berusia 69 tahun ini harus mengantongi dukungan dari setidaknya 61 dari 120 anggota parlemen. Hal itu merupakan tantangan tersendiri, mengingat Knesset yang terpecah-pecah.

Jika Netanyahu gagal melakukan hal tersebut, maka Rivlin bisa memberikan tugas itu kepada orang lain, yang kemungkinan besar adalah pemimpin oposisi Benny Gantz.

Sebenarnya, skenario semacam itu hampir terjadi pada bulan Mei lalu setelah Netanyahu gagal mengumpulkan koalisi di tengah hasil pemilihan serupa.

Tetapi alih-alih memberi oposisi kesempatan untuk membentuk pemerintahan, dia malah mendorong untuk membubarkan Knesset. Hal itu memicu pemilihan ulang dan memberi dirinya kesempatan lagi untuk maju.

Rivlin sendiri telah mendorong dua partai utama untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan membentuk pemerintah persatuan karena bersama-sama mereka akan memiliki lebih dari cukup kursi untuk mayoritas. Namun pembicaraan yang terjadi tampak mandek.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya