Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Demo Mahasiswa Harusnya Sudah Cukup Menyadarkan Jokowi Untuk Pilih Menteri Yang Lurus

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 16:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gelombang aksi mahasiswa yang begitu deras dua hari belakangan tak bisa dilepaskan dari kinerja pemerintahan Joko Widodo yang dinilai masih lemah.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen, ada hal krusial di samping tuntutan RUU KUHP dan revisi UU KPK yang disuarakan massa.

"Demo-demo sekarang ini masih dalam koridor yang wajar. Mereka menuntut akibat leadership yang lemah. NKRI layaknya republik 'multipilot' yang kehilangan martabat, nawacita jadi duka-cita," kata Silaen dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (25/9).


Menurutnya, ada beberapa persoalan yang belum bisa dibereskan Jokowi di periode 2014-2019. Pertama adalah soal konflik agraria yang masih menjadi persoalan utama rakyat dan belum terselesaikan.

Kemudian, lanjutnya, nawacita yang tak lagi memprioritaskan dunia pendidikan, serta praktik politik dan hukum yang dinilai masih tebang pilih.

"Yang tak kalah penting juga bidang kesehatan tak tercover seluruhnya alias amatiran dalam bentuk kartu sakti. Iuran BPJS naik. Kelima, kesejahteraan masyarakat jauh dari janji-janji politik dan hanya retorik," tegasnya.

Atas dasar itu, Silaen menilai Jokowi harus memutar otak dan bekerja ekstra agar periode kedua bersama KH Maruf Amin berjalan mulus. Salah satunya dalam memilih menteri-menteri kabinet kerja jilid II yang hingga kini belum diungkap ke publik.

"Di samping situasi global yang tidak begitu baik, Jokowi harus bisa memilih pembantunya yang loyal, tegak lurus agar tidak kempes pelan-pelan," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya