Berita

Wagiman saat dikunjungi SMSI/Net

Nusantara

Tak Mampu Beli Lauk, Dua Kakak Adik Ini Terpaksa Makan Daging Kucing

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 18:03 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kemiskinan kerap kali membuat orang bertindak di luar nalar. Seperti yang dilakukan Wagimin (35) dan Suyatno (30). Dua kakak adik asal kabupaten Lampung Utara ini terpaksa mengonsumsi daging kucing lantaran tak mampu membeli makanan.

"Saya dan adik saya memang makan kucing mati dari pinggir jalan. Saya bawa pulang dan saya bakar untuk saya makan dengan adik saya,” tutur Wagimin dilansir RMOLLampung, Sabtu (21/9).

Faktor ekonomi membuat mereka terpaksa mengonsumsi daging kucing. Namun mereka mengaku hanya mengonsumsi daging kucing saat tak memiliki bahan makanan.


Ta pelak, kabar tersebut kemudian sampai ke telinga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Utara, Ardiansyah dan Komunitas Jumat Berbagi (KBJ) yang menyambangi dan memberikan bantuan bahan pangan buat keduanya.

Kehidupan warga Jalan Jeruk, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan itu memang luput dari pantauan aparat pemerintah setempat.

Menurut Ardiansyah, rumah yang saat ini ditempati kedua bersaudara itu merupakan warisan orang tua dengan kondisi yang memprihatinkan.

"Rumah itu tanpa pintu dan jendela, hanya dibatasi potongan seng bekas untuk menutupi, tidak ada satu pun perabotan rumah tangga," tutur Ardiansyah.

Keduanya juga diketahui memiliki keterbelakangan mental yang sewaktu-waktu kambuh. Koordinator KJB Lampura, Firmansyah yang turut menyambangi pun memastikan keduanya tidak sakit jiwa.

"Mereka bukan orang gila, depresi ringan yang sewaktu-waktu kambuh dan tidak mengganggu warga. Saya yakin, depresi yang dialami keduanya disebabkan faktor ekonomi,” ujar Firmansyah.

Anggapan tersebut diperkuat dengan sambutan yang dilakukan Wagimin saat mendapat kunjungan dari tim yang hendak memberi sumbangan. Saat itu, ia sedang memasak air dengan kayu bakar dan sebuah kaleng bekas.

"Ini air buat saya minum, Pak,” sambut Wagimin sambil mempersilakan tim masuk ke dalam rumahnya.

Dalam kesehariannya, Wagimin bekerja sebagai pemulung barang bekas untuk dijual. Tampak tumpukan kardus dan berbagai botol plastik bekas di samping rumah.

"Rumah kami ini peninggalan orang tua, Pak. Yah, beginilah. Kalau untuk tidur, yah, kami pakai kardus-kardus bekas. Kadang-kadang ada tetangga yang kasih kami makan, Pak,” ujar Wagimin.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya