Berita

Pemilik The Paradise World Resort, Bali Island, Ervik Ari Susanto, dalam IHEI 2019 di Jeddah/Ist

Bisnis

Pelaku Usaha Timur Tengah Tangkap Peluang Bisnis Halal Di Indonesia

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 04:14 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pelaku usaha dan investor dari Timur Tengah memiliki ketertarikan yang tinggi pada perkembangan sektor usaha halal di Indonesia.

Hal ini terlihat dalam forum Indonesia Halal Economy Investment Forum (IHEI) 2019 yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab dan Jeddah, Arab Saudi, dimanfaatkan investor Timur Tengah untuk mendapatkan informasi mengenai peluang pengembangan sektor wisata halal di tanah air.

IHEI 2019 diselenggarakan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bekerja sama dengan DinarStandard (Dubai & New York) dan mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI.


Chairman IHLC Sapta Nirwandar dalam keterangan yang diterima redaksi Kamis malam (19/9) menjelaskan bahwa delegasi yang mengikuti kegiatan ini berasal dari kalangan usaha kecil, menengah, dan juga pengusaha besar.

Dalam kegiatan di kedua negara itu, tidak sedikit investor dan buyer yang menyampaikan keteratrikan mereka untuk menanamkan modal dan membeli produk-produk halal yang ditawarkan.

Dalam acara yang dihelat selama sekitar tiga jam di Balai Nusantara, KJRI Jeddah, Rabu (18/9), misalnya, pelaku usaha Indonesia yang ikut di forum itu bisa berkomunikasi langsung dengan calon mitranya.

Salah satu usaha skala besar yang ditawarkan dalam forum ini adalah proyek pariwisata, The Paradise World Resort, Bali Island.

Di lahan seluas 20 hektare di Kuta Selatan, Badung, ini rencananya akan dibangun kawasan halal resort, sport tourism, commercial, dan entertainment. Nilai investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan semuanya sekitar 763 juta dolar AS.

"Tadi sudah ada satu perusahaan investasi yang menyatakan minatnya. Mereka memang sedang mencari kawasan untuk resort di Malaysia atau Indonesia," ujar Owner Project, Ervik Ari Susanto.

Menurut Ervik, calon investor sudah menanyakan status tanah di lokasi proyek dan beberapa hal lainnya. Bila sesuai dengan rencana ekspansi bisnis, mereka berjanji akan datang ke Bali.

Dalam IHEI 2019 di Jeddah, para pelaku usaha dari kedua belah pihak berinteraksi di meja bundar secara berkelompok sesuai bidang usaha yang sejenis. Misalkan, para pengusaha makanan dari kedua negara ditempatkan di satu meja yang sama. Begitu juga dengan pelaku usaha fesyen ditempatkan di satu meja yang sama.

Pihak KJRI dilaporkan memberikan bantuan tenaga penerjemah di tiap meja.

Sementara Presiden Direktur PT Phalosari Unggul Jaya, Warsubi, mengatakan dirinya berinteraksi dengan investor Saudi yang ingin mendapatkan suplai bebek dari Indonesia.

Phalorasi bergerak di usaha peternakan dan pemotongan ayam dan bebek yang berlokasi di Jombang serta Nganjuk, Jawa Timur. Dalam sehari, peternakan ini mampu memotong sekitar 80 ribu ekor ayam.

Buyer Arab Saudi itu, ujar Warsubi, berminat mengimpor bebek dari Indonesia. Bebek itu nantinya akan dijadikan sebagai alternatif menu makanan bagi jamaah haji Indonesia.

Untuk menarik minat investor itu, Warsubi menawarkan harga yang lebih murah dari pemasok bebek Mesir.

Namun demikian, sang calon pembeli dari Arab Saudi masih menunggu kepastian tentang sertifikasi halal dari otoritas Saudi. Adapun sertifikat halal yang dikeluarkan MUI dinilai belum cukup.

Pemilik Islamic Fashion Institute (IFI) Bandung, Irna Mutiara, punya cerita yang lain lagi.

Irna berinteraksi dengan pengusaha Saudi yang berminat membuka sekolah sejenis di Jeddah.

"Saudi sedang membuka diri untuk ekonomi kreatif. Anak-anak muda di sini ingin menekuni bidang disain," katanya.

Sang pengusaha Saudi berencana datang ke Indonesia pada bulan November mendatang untuk melihat sekolah fesyen yang dikelola Irna. Kedua pihak juga akan membahas cara untuk mendatangkan para pengajarnya dari Indonesia.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya