Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Kebuntuan Politik Belum Usai, Israel Bersiap Gelar Pemilu Ketiga?

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 07:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebuntuan politik di Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda pada hari Kamis (19/9). Para pemimpin negara itu memperingatkan kemungkinan adanya pemilihan ketiga saat petahana Benjamin Netanyahu maupun pesaingnya, Benny Gantz tampaknya tidak memiliki jalan yang jelas untuk membentuk koalisi.

Gantz yang merupakan pemimpin partai Biru dan Putih menyatakan kemenangan dalam pemilu awal pekan ini. Dia mengatakan bahwa partainya berada di jalur untuk menjadi yang terbesar di Knesset.

"Kami memiliki 33 kursi dan Netanyahu tidak bisa mendapatkan bloknya," kata Gantz di Tel Aviv, berbicara sebelum pertemuan fraksi partainya.


"Karena itu, Biru dan Putih, yang dipimpin olehku, memenangkan pemilihan," tegasnya.

Tetapi mitra koalisinya yang kemungkinan, dikombinasikan dengan Daftar Bersama Arab, masih kekurangan 61 kursi yang diperlukan untuk memerintah. Hal itu membuat Gantz menyatakan kemenangan terlalu dini.

Gantz sendiri menyerukan pemerintah persatuan dan mengatakan bahwa dia ingin membawa Biru dan Putih bersama dengan Likud, tetapi tanpa Netanyahu karena penyelidikan korupsi kriminal yang sedang menjeratnya.

Sementara itu, Netanyahu, meskipun tidak menyatakan kemenangan secara langsung, namun dia mengatakan akan menjadi pemimpin pemerintah persatuan, dan mengundang Gantz untuk bertemu dengannya untuk memulai diskusi.

"Sekarang, saya memanggilmu, anggota Knesset Benny Gantz Benny, kita harus membentuk pemerintah persatuan yang luas bahkan hari ini. Negara mengharapkan kita, dari kita berdua, bahwa kita memikul tanggung jawab dan bahwa kita akan bekerja bersama-sama," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video, Kamis (19/9).

Meskipun proyeksi menunjukkan bahwa Netanyahu berada satu atau dua kursi di belakang Gantz, dia menyatukan partai ultra-Ortodoks dan Zionis berasa di bawah kepemimpinannya.

Dengan tidak ada pihak yang menunjukkan kemauan untuk mengaku kalah, tampaknya belum ada akhir yang jelas pada kebuntuan politik.

"Satu orang mencegah pembentukan pemerintahan persatuan liberal. Satu orang," kata wakil pemimpin partai Biru dan Putih, Yair Lapid, merujuk pada Netanyahu.

"Ketika dihadapkan dengan pilihan antara apa yang penting bagi negara dan apa yang penting bagi satu orang, negara lebih dulu," katanya.

Selang dua hari setelah pemilihan kedua dalam lima bulan, sejumlah pemimpin negara mulai memperingatkan tentang kemungkinan pemilihan ketiga.

"Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk mencegah pemilihan umum lainnya," kata Presiden Reuven Rivlin, yang memiliki tugas menunjuk seorang pemimpin politik untuk membentuk pemerintahan.

"Tapi tanggung jawab untuk ini, serta tanggung jawab untuk membentuk pemerintahan yang melayani semua warga Israel dengan dedikasi yang layak, adalah milikmu," sambung Rivlin, seperti dimuat CNN.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya