Berita

Massa aksi Srikandi Milenial-MPD/Net

Politik

Aksi Di Depan Istana, Demonstran Desak Presiden Lantik Pimpinan KPK Baru

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 16:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo didesak mempercepat pelantikan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih periode 2019-2023.

Desakan itu disampaikan massa aksi Srikandi Milenial yang tergabung dalam Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) saat menggeruduk Istana negara Jakarta, Kamis (19/9).

Masa membentangkan spanduk raksasa sepanjang 50 meter dengan melakukan 'long march' dari gedung Mahkamah Konstitusi menuju Istana Negara. Dalak aksinya, mereka juga membagi-bagikan bunga mawar sebagai simbol mengajak warga ikut menyelamatkan KPK.


Polemik yang terjadi pada lembaga antirasuah saat ini, tidak terlepas dari peran oknum pimpinan dan pegawai KPK saat ini. Dimulai dari menggiring opini proses pemilihan calon pimpinan KPK dan revisi UU KPK.

Dalam setiap pernyataan baik yang disampikan langsung atau pun tidak langsung, mereka menyudutkan Panitia Seleksi Capim KPK dan niatan DPR bersama pemerintah dalam merevisi UU KPK.

"Pernyataan yang disampikan para oknum pimpinan KPK terkait mengembalikan mandat kepada Presiden, adalah bentuk penghianatan atas jabatan dan amanah yang telah diberikan kepada mereka," kata Koordinator Aksi MPD, Yulius Carlos di depan Istana Negara.

Menurut Carlos, sudah sepatutnya Presiden menganggap pengembalian mandat yang dilakukan oleh pimpinan KPK saat ini sebagai bentuk pengunduran diri Agus Rahardjo dkk sebagai pimpinan.

Bila Presiden tidak segera melantik Firli Bahuri dkk, maka terjadi kekosongan pada unsur pimpinan, karena pimpinan KPK saat ini sudah tidak memiliki legitimasi hukum, karena telah menyerahkan mandat kepada Presiden.

"Oleh karena itu kami segenap pemuda dan mahasiswa nendesak Presiden Jokowi agar segera mempercepat poelantikan pimpinan KPK terpilih 2019-2023," tutup Carlos.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya