Berita

Gedung KPK/Net

Politik

Lemkapi: Revisi UU Membuat Kinerja KPK Lebih Manusiawi

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 | 18:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Revisi UU KPK yang sudah disahkan DPR RI bertujuan agar penegakan hukum terhadap pelaku korupsi lebih mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM).

Hal tersebut diutarakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan.

"Revisi UU KPK ini juga memberikan kewenangan kepada KPK untuk menerbitkan SP3," jelas Edi dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/9).


Berdasarkan hasil penelitian Lemkapi, para tersangka korupsi selama ini tersandera bertahun-tahun sebagai tersangka dan tidak bisa diproses sehingga tidak mendapatkan kepastian hukum.

Mantan anggota Kompolnas ini pun berharap UU baru tersebut bisa menjadi acuan KPK untuk meneliti kembali sejumlah kasus yang ditangani. Jika hasilnya tak bisa dilanjutkan, maka KPK bisa menghentikan melalui SP3.

"Atas revisi UU KPK baru ini,  kami harapkan antara KPK dan Polri serta Kejakssan bisa saling bersinergi dan saling melengkapi dalam penegakan hukum," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap Polri bisa turut serta membantu KPK dalam pemberantasan korupsi. Sebab, kata dia, KPK tidak bisa berjalan sendirian.

"Polri dan Jaksa kita minta memberikan perhatian khusus dalam pemberantasan korupsi," tambahnya.

Soal sebagian penyidik KPK yang belum lulus di bidang penyidikan, sesuai UU KPK yang baru ia meminta kepada pimpinan KPK untuk memenuhi syarat tersebut.

"Sebab ketentuan ini  tidak bisa  dibiarkan, karena celah-celah ini bisa digunakan koruptor untuk menggugat KPK," tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya