Berita

Penerapan Ganjil Genap diikuti perbaika di sisi aplikasi tersebut.

Nusantara

Dukung Perluasan Ganjil Genap, Operator Taksi Online Kembangkan Aplikasi Terbaru

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 11:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perluasan ruas jalan yang dikenai aturan Ganjil Genap telah resmi berjalan satu minggu. Meskipun ada pro dan kontra yang datang, khususnya dari para driver taksi online, kebijakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan ini tetap berjalan sesuai rencana.

Corporate Communications Lead dari perusahaan aplikasi Grab Indonesia, Vishnu Mahmud menyatakan bahwa perusahaan Grab mendukung dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Kita selalu mengikuti peraturan yang ada. Kepada pemprov dan pusat, kita selalu berkomunikasi," ujar Vishnu saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL Senin, (16/9).


Vishnu menjelaskan bahwa pihak perusahaan Grab selalu menampung keluhan driver dan melakukan komunikasi untuk mendapatkan solusi. Hasilnya adalah pengembangan di aplikasi yang membantu driver saat harus melewati ruas jalan Ganjil Genap.

"Untuk ganjil genap, teknologi aplikasi kita sudah membantu teman-teman driver. Jadi kalau ada yang mau melewati ganjil genap, sistem kita langsung mendeteksi itu," jelasnya.

Visnu menambahkan, Indonesia adalah negara paling open untuk Ride Hailing. Grab memberikan  feedback kepada pemerintah, untuk membantu sistem itu bekerja dengan baik.

"Dan kita akan terus mendukung. Kita akan berkomunikasi untuk mencari solusi. Kita selalu mendengarkan keluhan dan mengolahnya jadi masukan," pungkas Visnu.

Sebelumnya Anies Baswedan menerapkan kebijakan perluasan ganjil genap sebagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara dan menurunkan tingkat kemacetan.

Anies pun berharap masayarakat bisa kembali membudayakan naik transportasi publik yang telah disiapkan pemerintah. Termasuk lebih rajin berjalan kaki untuk menjaga kebugaran melalui revitalisasi trotoar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya