Berita

Tunisia/Net

Dunia

Skeptis, Pemilu Tunisia Minim Partisipasi Pemilih

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 09:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pesta demokrasi yang digelar di Tunisia akhir pekan kemarin tampak kurang "meriah". Betapa tidak, pemilihan umum (pemilu) presiden tersebut hanya diikuti oleh sekitar 35 persen pemilih yang memenuhi syarat.

Beberapa jam sebelum pemilihan ditutup, ketua komisi pemilihan Nabil Baffoun mendesak warga Tunisia untuk keluar dan memberikan suara.

Pasalnya, hingga pukul 15.00 waktu setempat, jumlah pemilih hanya mencapai 27,8 persen. Jumlah itu lebih rendah bila dibandingkan dengan pemilu 2014, jumlah pemilih lebih tinggi dari 50 persen.


Pemilu itu sendiri digelar pasca kematian presiden Beji Caid Essebsi yang berusia 92 tahun, bulan Juli lalu. Dia diketahui telah menjabat sebagai presiden Tunisia sejak tahun 2014 lalu.

Salah seorang warga Tunisia, Haifa Baccouche mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia geram pada daftar kandidat yang tersedia dalam pemilu itu. Namun dia masih memilih untuk datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih calon yang terbaik dari yang buruk.
Wanita berusia 30an itu mengatakan dia tidak percaya pada "kelas politik biasa-biasa saja" di Tunisia, tetapi dia masih ingin menggunakan haknya untuk memilih dan memajukan demokrasi yang masih baru di negara itu.

Dia menyimpulkan perasaan banyak warga Tunisia yang skeptis dan jengkel dengan perebutan kekuasaan antara politisi dan ketidakmampuan mereka untuk memerangi pengangguran dan biaya hidup yang tinggi.

Dalam pemilu itu sendiri, tercatat lebih dari tujuh juta orang yang memenuhi syarat untuk memilih di antara 24 kandidat untuk memperebutkan kursi presiden.

Dalam sistem pemerintahan Tunisia, presiden memiliki kekuasaan yang terbatas. Presiden Tunisia bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri, pertahanan dan keamanan nasional. Presiden memerintah bersama seorang perdana menteri yang dipilih oleh parlemen yang memiliki wewenang atas urusan dalam negeri.

Seorang calon presiden harus mengamankan 50 persen suara untuk bisa menang dalam pmeilu. Namun jika tidak ada satu pun calon yang memperoleh suara mayoritas, dua calon dengan suara terbanyak akan maju ke pemilu putaran kedua.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya