Berita

Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat/Net

Politik

Humphrey: Sejarah Akan Mencatat Siapa Hero Dan Pengkhianat Di Balik Revisi UU KPK

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 | 13:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Revisi Undang-Undang 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi akan menjadi catatan sangat penting dalam perjalanan penegakan hukum, khususnya pemberatasan korupsi di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat dalam merespons dinamika politik di tubuh lembaga antirasuah.

"Sejarah akan mencatat apakah ini membawa kebaikan atau keburukan di masa mendatang. Apakah Indonesia mengalami zaman kegelapan atau pencerahan?" kata Humphrey kepada redaksi, Minggu (15/9).


Terlepas pro dan kontra yang terjadi, semua pihak yang terlibat dalam revisi UU KPK bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi dalam keberlangsungan pemberantasan korupsi ke depan.

"Apakah mereka menjadi hero atau pengkhianat? Saat ini mereka masih bisa bermain kata-kata menutupi niat sesungguhnya. Tapi waktu yang membuktikan semuanya," jelasnya.

Bahkan secara konstitusi, pemerintah dan DPR akan mempertanggungjawabkan revisi tersebut di tahun 2024. "Siapa yang menabur, dia yang akan menuai perbuatannya. Hukum karma pasti berjalan," papar Humphrey.

"It takes two to Tango. Pepatah ini berlaku bagi revisi UU KPK. Maksudnya pemerintah dan DPR bertanggung jawab penuh terhadap revisi tersebut. Jangan saling buang badan," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya