Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam acara lebaran anak yatim/Ist

Nusantara

Rayakan Lebaran Anak Yatim, Anies: Tugas Kita Membantu Masyarakat Prasejahtera

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 | 13:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bekerja sama dengan Baznas Bazis Provinsi DKI dan swasta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar acara lebaran anak yatim dan peluncuran program berbagi piring.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, kegiatan tersebut sebagai terobosan baru dalam menyantuni anak yatim.

“Ini tugas kita bersama untuk membantu masyarakat yang prasejahtera," ujar Anies saat memberikan sambutannya di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9).


Lebaran Anak Yatim dilakukan sebagai bagian dari peringatan Muharram di Jakarta. Untuk jumlah anak Yatim sendiri yang diberikan santunan tercatat ada sebanyak 5.200 anak.

Mereka telah dibagi dalam dua segmen. Segmen pertama sebanyak 4.200 anak yatim sesuai dengan wilayahnya, dijamu makan di 59 restoran yang sudah ditetapkan.

Sedangkan 1.000 anak yatim sisanya diajak berwisata ke lokasi wisata milik Pemprov DKI Jakarta, yaitu Taman Margasatwa Ragunan dan Kawasan Wisata Ancol.

Tahun ini Pemprov mengusung konsep baru dengan mengikutsertakan anak yatim dari berbagai agama dan suku dengan membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan berbagi ini.

"Kami apresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemilik warung dan resto. Semoga usaha mereka makin maju dan membuka pintu rejeki lainnya,” tutur Anies.

Kepala Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta KH. Lutfi Fattullah MA menjelaskan, program bagi piring adalah bantuan yang diberikan kepada anak yatim untuk mendapatkan makanan siap saji dari 240 rumah makan yang telah ditetapkan.

Dengan rincian harga menu sebesar 15 ribu rupiah yang dapat dipergunakan satu kali dalam sehari. Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta akan terlebih dahulu menyeleksi siapa saja yang memang berhak mendapatkan manfaat dari program ini.

"Nanti ada kartu yang diberi barcode, bagi yang tidak punya kode tertentu otomatis enggak bisa makan di situ. Semoga program ini memberikan manfaat dan akan terus kita teruskan," pungkas Lutfi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya