Berita

Saut Situmorang/RMOL

Politik

Akrobat Saut Situmorang Bentuk Pengkhianatan Terhadap Pemberantasan Korupsi

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 | 11:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pengunduran diri Saut Situmorang dari jabatan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan bentuk pengkhianatan terhadap agenda pemberantasan korupsi.

Demikian disampaikan Jurubicara Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gelar Nusantara, Saud Marganda Tampubolon kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/9).

Sikap yang diambil Saut telah mempertontonkan akrobat politik yang tidak layak dilakukan oleh seorang pejabat negara, termasuk dalam kapasitasnya selaku anak bangsa yang bergelut dalam kegiatan pemberantasan korupsi sebagaimana diinginkan oleh seluruh bangsa.


"Kami mengecam sikap Saut, di tengah dukungan penuh publik terhadap penguatan KPK, dia justru malah berakrobat, karena itu kami mempertanyakan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi," tegas Saud Marganda.

Jelas Saud Marganda, kepercayaan publik terhadap profesionalisme KPK tidak boleh diciderai oleh sikap personal tersebut.

Dia melihat, sikap Saut bertentangan dengan semangat yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo terhadap upaya penguatan KPK.

"Presiden Jokowi sudah terang sikapnya soal profesionalisme dan penguatan KPK, visi ini malah diciderai oleh sikap kekanak-kanakan dari salah seorang komisioner KPK," jelas Saud.

Gelar Nusantara juga meyakini KPK ke depan akan lebih profesional karena diiisi oleh orang-orang yang memiliki integritas dalam penegakan hukum.

"Saatnya KPK ke depan lebih profesional, sehingga anasir politik yang selama ini menciderai KPK harus dihilangkan, kita percaya Korupsi adalah penyakit terbesar bangsa ini, dan KPK adalah obat yang didatangkan Tuhan untuk bangsa ini," demikian Saud Marganda.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya