Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ribuan Pelanggar Gage Jakarta Karena "Uji Nyali" Dengan Petugas

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 08:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan perluasan Ganjil Genap (Gage) yang diterapkan di 25 lokasi di Jakarta telah memasuki hari keenam sejak diberlakukan perdana Senin (9/9)  lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan sejauh ini jumlah pengendara roda empat atau lebih yang melanggar aturan Gage ini, angkanya mengalami naik turun.

"Jumlahnya fluktuatif ya. Rata-rata 1.800 per hari pelanggaran yang ditindak," ungkap Syafrin saat ditemui di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Kamis (12/9).


Untuk pelaksanaan Gage di hari kemarin tidak diberlakukan  secara optimal di semua ruas jalan yang telah ditetapkan.

Itu karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memberikan kesempatan bagi warga yang ingin bertakziah ke rumah duka Mantan Presiden Republik Indonesia ketiga B.J Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, dibolehkan melewati rute Gage.

Syafrin mengatakan, jumlah pengendara roda empat yang melanggar aturan Gage ini  di setiap lokasi angkanya hampir relatif sama.

Faktor penyebabnya karena ruas jalan Gage tidak hanya ada di dalam kota, melainkan juga terhubung dengan akses jalan di luar rute Gage.

"Pramuka dari arah timur, kemudian juga Salemba dari arah timur, Fatmawati dari arah selatan,  Gunung Sahari dari arah utara , Jalan S.Parman dan Tomang Raya yang dari arah barat," terang Syafrin.

Kadishub ini membantah bila jumlah pelanggaran Gage yang terbilang  banyak karena sosialisasi yang kurang. Syafrin beralasan pengendara sebetulnya sudah tahu aturan ini, tapi masih banyak pengendara itu yang seperti 'uji nyali' .

" Iseng-iseng, kira-kira saya lolos gak nih ya lewat sini. Ternyata kan kena penindakan oleh petugas kita. Dari jumlah petugas yang ada itu, pengawasan kita lakukan cukup masif," pungkasnya.

Perluasan Gage merupakan kebijakan antara yang memiliki tujuan final mengembalikan Masyarakat kepada budaya menggunakn transportasi publik.

Selain itu Perluasan Gage juga diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara Jakarta yang menurut data menyandang predikat kota paling berpolusi di dunia. Selain itu, penerapan Gage juga untuk mengurangi kemacetan jalanan Ibukota.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya