Berita

BJ Habibie/Net

Politik

Alumni UI: Kami Terhenyak, Selamat Jalan Bapak Demokrasi Dan Teknokrat Indonesia

RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 20:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Alumni Universitas Indonesia Sekolah Pascasarjana (Iluni SPs) menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Presiden ketiga RI Prof. Bacharuddin Jusuf Habibie.

"Sore ini duka menyelimuti negeri tercinta. Kami terhenyak. Satu putra bangsa dipanggil keharibaan Ilahi," kata Ketua Iluni SPs-UI Audrey Tangkudung dalam siaran persnya, Rabu (11/9).

Audrey menyebutkan, civitas akademika UI khususnya dan rakyat Indonesia umumnya merasa kehilangan. Penegak demokrasi itu yang dikenal dengan nama BJ Habibie berpulang ke ramatullah.


"Kami kehilangan sosok yang selama ini kami kagumi dari sisi kelilmuan dan juga kebangsaan dalam memimpin negeri tercinta," ujar dia.

Audrey melihat sosok Habibie selaku salah satu bapak bangsa, bapak demokrasi dan juga bapak tekhnokrat yang mempunyai kiprah luar biasa bagi kemajuan bangsa.

Lebih lanjut Audrey mengungkapkan, apa yang sudah diletakkan dalam konteks demokrasi di Indonesia tidak akan bisa dilupakan oleh bangsa ini.

"Apa yang sudah dilakukan sungguh luar biasa. Kita bisa lihat beberapa hal terkait demokrasi dan juga peran penting Habibie dalam kancah perpolitikan bangsa ini," imbuhnya.

Audrey yang juga mantan wartawan senior ini menambahkan, di tangan Habibielah, pers mengalami kebebasan di alam demokrasi, yang selama 32 tahun pers selalu dikontrol oleh penguasa saat itu.

BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun. Habibie meninggal pukul 18.05 WIB setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta

Almarhum disemayamkan di rumah duka Patra Kuningan XIII Blok L XV Kav 5, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dan menurut rencana, mantan Menteri Riset dan Teknologi itu akan dimakamkan di TMP Kalibata, persis di sebelah makam Ibu Ainun Habibie. Makam ini sudah dipersiapkan Habibie sejak Ibu Ainun meninggal dunia tahun 2010 lalu.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya