Berita

PLTN Fukushima/Net

Dunia

Jepang Berencana Buang Air Limbah Radioaktif Fukushima Ke Pasifik

SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 | 14:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah lumpuh akibat gempa bumi dan tsunami 2011 lalu, Tokyo Electric Power (Tepco) mempertimbangkan untuk membuang lebih dari sejuta ton air yang terkontaminasi radioaktif Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke Samudra Pasifik.

Menteri Lingkungan Hidup, Yoshiaki Harada menyebut satu-satunya pilihan adalah mengalirkan ke laut dan mencairkannya.

“Seluruh pemerintah akan membahas ini, tetapi saya ingin menawarkan pendapat sederhana saya," ujarnya, seperti yang dilansir oleh Channel News Asia, Selasa (10/9).


Air pada awalnya digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir agar tidak meleleh, namun air tersebut terkontaminasi dari pipa pendingin yang digunakan.

Air yang terkontaminasi radioaktif tersebut kemudian dikumpulkan dalam tanki di lokasi yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Sayangnya, PLTN sendiri akan kehabisan tempat penyimpanan pada 2022. Langkah pembuangan air kotor tersebut kini menunggu keputusan final dari pemerintah.

Meski menyarankan pembuangan ke Samudra Pasifik, Harada sendiri tidak mengatakan berapa banyak air yang bisa dibuang ke laut.

Pilihan untuk membuang air radioaktif ke laut dipastikan akan mendapatkan banyak tanggapan negatif, terutama dari negara tetangga.

Pada bulan lalu, Korea Selatan sudah memanggil pejabat senior kedutaan Jepang untuk menanyakan apa yang akan dilakukan Jepang terhadap air Fukushima.

PLTN pada umumnya memang membuang air ke laut. Namun air tersebut hanya mengandung tritium, isotop, dan hidrogen yang dianggap tidak berbahaya. Sementara Tepco mengakui bahwa air Fukushima masih mengandung kontaminan selain materi tersebut. 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya