Berita

Misi bulan India/BBC

Dunia

Misi Pendaratan Di Bulan Gagal, PM Modi: Ilmuwan India Tetap Membanggakan

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2019 | 10:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri India Narendra Modi mengaku bangga kepada pada ilmuwan ruang angkasa negaranya atas program pendaratan di bulan yang dilakukan meski belum berhasil sepenuhnya.

Diketahui bahwa kontak dengan Chandrayaan-2 hilang beberapa saat sebelum modul itu dijadwalkan mendarat di kutub selatan bulan.

Nasib modul itu belum diketahui, namun Modi memastikan bahwa akan ada peluang lebih lanjut di masa depan.


Jika berjalan lancar, maka India akan menjadi negara keempat yang melakukan pendaratan di Bulan.

"Yang terbaik belum datang dalam program luar angkasa kami. India bersamamu," kata Modi.

Dikabarkan BBC akhir pekan ini, Chandrayaan-2 mendekati Bulan seperti biasa sampai terjadi kesalahan sekitar 2,1 km dari permukaan bulan.

Peluncuran misi ini disiarkan langsung kepada masyarakat India.

Namun, Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (Isro) mengatakan kehilangan kontak beberapa detik sebelum kapal itu diperkirakan mendarat.

Ini adalah misi bula lanjutan dari misi Bulan pertama India, yakni Chandrayaan-1 yang dilakukan pada tahun 2008, melakukan pencarian air pertama dan paling terperinci di permukaan bulan menggunakan radar.

Kemudian Chandrayaan-2 memasuki orbit Bulan pada 20 Agustus lalu dan dijadwalkan untuk melakukan penurunan terkontrol ke permukaan pada akhir pekan ini waktu India.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya