Misbakhun/Net
Misbakhun/Net
Pemberitaan media yang meramaikan pernyataan Sri Mulyani tentang rencana memangkas pajak penghasilan (PPh) korporasi dari 25 persen menjadi 20 persen, merevisi pajak pertambahan nilai (PPN), mengubah PPH pribadi dari rezim world wide menjadi teritorial domestik, serta menghapuskan pajak dividen patut dipertanyakan.
Pasalnya, kata politisi Golkar Mukhamad Misbakhun, wacana yang didengungkan Sri Mulyani merupakan ide besar Presiden Joko Widodo tentang reformasi perpajakan. Seharusnya, ide-ide tersebut dilaksanakan pada periode pertama kemarin.
Populer
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55
UPDATE
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02
Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52
Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25
Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02
Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11
Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02
Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41
Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22
Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06