Bivitri Susanti (kanan) dan Mahfud MD/RMOL
Bivitri Susanti (kanan) dan Mahfud MD/RMOL
Ahli hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti mengatakan, ada posisi tawar presiden dan partai-partai dalam penyusunan kabinet.
"UU Kementerian Negara dan praktik ketatanegaraan yang menimbulkan adanya koalisi, ternyata sangat membatasi hak prerogatif presiden dalam penentuan kabinet karena presiden harus memperhitungkan secara politik, posisi partai-partai politik dalam pemerintahan," ungkap Bivitri dalam jumpa pers KNHTN di Hotel JS Luwansa, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/9).
Populer
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55
UPDATE
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02
Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52
Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25
Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02
Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11
Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02
Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41
Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22
Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06