Berita

Presiden Jokowi/Net

Hukum

Salah Pilih Menteri, Penegakan Hukum Era Jokowi Dapat Skor 5

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2019 | 17:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi era Jokowi dinilai berada tepat pada garis merah. Bisa dikatakan selama kepemimpinan Jokowi proses penegakan hukum sangat buruk.

"Saya pikir angka 5 sudah tertinggi dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," ujar pengamat politik, Arif Susanto di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta, Minggu (1/9)

Arif menyebutkan, penegakan hukum di Indonesia menjadi buruk karena Jokowi salah memilih orang dalam menempati kursi menteri Hukum dan HAM dan juga Jaksa Agung.


"Asal usul buruknya capaian penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, pertama pilihan terhadap Menteri Yasonna Laoly dan Jaksa Agung Prasetyo," jelasnya.

"Dua figur bukan hanya punya afiliasi politik yang sangat kuat dengan partai politik, tetapi juga tidak punya catatan memadai dalam kerangka penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," urainya.

Diketahui, Yasonna Laloly merupakan kader PDI Perjuangan. Jaksa Agung dijabat oleh M. Prasetyo, sebelumnya adalah legilator dan kader Partai Nasdem.

Akibatnya, kata Arif, hampir lima tahun pemerintah Jokowi berjalan. Selama itu juga penegakan hukum minim prestasi dan kondisi demikian berbanding terbalik dengan semangat Nawacita yang digaungkan Jokowi.

"Padahal agenda nawacita luar biasa, penegakan hukum dan pemberantasan hukum menjadi top priority, tapi malah aspek itu jadi yang paling mandeg," tukasnya.
    

 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya