Berita

Dari kiri: Joseph Aditya, Irwan Suryadi dan Alexander Lukman/Net

Bisnis

Dukung Target Pemerintah, Ralali Lahirkan BIG Agent Untuk Permudah UMKM

SABTU, 31 AGUSTUS 2019 | 12:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kalangan swasta ikut mendukung target pemerintah yang hendak menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Komitmen itu disampaikan Ralali.com sebagai online B2B marketplace pertama dan terbesar di Indonesia. Dengan memiliki misi untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku bisnis khususnya UMKM, serta melihat adanya kesempatan berkontribusi menghadirkan inovasi teknologi guna mendukung ekonomi digital, pada akhir 2018 lalu Ralali melahirkan on-demand platform bernama Business Innovation Group atau BIG Agent.

Menurut Founder dan CEO Ralali, Joseph Aditya, BIG Agent sudah berpikir lebih jauh untuk membantu bisnis UMKM menjadi lebih mudah dengan memberdayakan dan menghubungkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Indonesia melalui platform.


Dia menambahkan, BIG Agent adalah wujud komitmen untuk memperkuat ekosistem digital Ralali, guna menciptakan konektivitas dan inklusivitas. Kolaborasi antara SDM unggul dengan inovasi teknologi ini, akan berdampak pada pengembangan bisnis yang lebih mudah.

"Kami ingin membawa platform ini sebagai wadah sumber daya manusia berbasis freelancer melek teknologi, yang mampu menghubungkan jutaan manusia, sehingga pemerataan akses untuk bisnis pun mudah didapat," kata Joseph dalam keterangannya, Sabtu (31/8).

Terkini, 300 ribu sobat agent sebutan bagi pengguna BIG Agent, sudah tersebar di 25 provinsi se-Indonesia, dengan dominasi di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Padang dan Palembang.

Yang menarik adalah bukan hanya mereka yang freelancer atau tidak memiliki pekerjaan yang bergabung menjadi sobat agent, namun juga karyawan, mahasiswa, pelajar bahkan ojek online, dengan dominasi rentang usia antara 21 sampai 25 tahun.

"Pelaku bisnis utamanya UMKM seringkali mengalami tantangan dalam mengembangkan bisnisnya. Keterbatasan biaya, keterbatasan waktu, keterbatasan relasi, belum lagi biaya upah SDM yang tidak sebanding dengan kualitas performa kerjanya. Dengan adanya BIG Agent, pelaku bisnis bisa memangkas jarak dan waktu, menyebarluaskan bisnis dan produknya kepada sasaran yang tepat dan membayar sesuai dengan performa," tegas Joseph.

BIG Agent menjadi inovasi yang berdampak pada ekonomi digital Indonesia karena seluruh masyarakat bisa memiliki hak dan peluang yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya tanpa syarat yang sulit, hanya dengan menjalankan pekerjaan sesuai preferensi yang ada di platform BIG Agent. Platform yang dekat dengan seluruh lapisan masyarakat ini menghubungkan pelaku bisnis dan pasarnya.

Berdasarkan data Ralali, terdapat ratusan ribu pekerjaan yang ada pada platform BIG Agent, termasuk korporasi besar antara lain Unilever Food Solutions dan Sasa.

Ada tiga layanan pekerjaan yang diberikan BIG Agent bagi pelaku bisnis, yakni survei pasar (14,29 persen), promosi (74,52 persen) dan akuisisi (4,25 persen). Sistem kerja yang fleksibel memberi kesempatan besar bagi masyarakat seluruh kalangan untuk berkesempatan mengubah waktu luang, menjadi uang dan menjadi mandiri dengan penghasilan tambahan.

“Data-data yang dikumpulkan oleh Sobat Agent akan menjadi salah satu mesin utama BIG Data yang digarap oleh Ralali untuk mengenali konsumen lebih baik (Know Your Customer) dan memetakan pola transaksi pembeli (Buyer Profile),” jelas Chief Technology Officer (CTO) Ralali, Irwan Suryadi.

Sementara itu Chief Operating Officer (COO) Ralali, Alexander Lukman menambahkan bahwa pengolahan data tersebut menjadi rujukan tepat sasaran bagi kami untuk memahami berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem digital.

"Lebih dari itu, kami juga terus memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis dengan akses fintech dimana BIG Agent telah menghubungkan lebih dari 1500 pelaku usaha dengan partners fintech Ralali.com dengan total nilai pendanaan mencapai 18 miliar rupiah. Pasar yang sebelumnya belum pernah tergarap pun sekarang bisa mendapatkan akses untuk perluasan dan pengembangan," tutur Alex.

Fintech Ralali.com mencakup empat produk di dalamnya yaitu payment, financing, insurance dan investment, yang kesemuanya ditujukan dapat mendorong kesuksesan ekosistem digitalnya. Saat ini, Sobat Agent telah melakukan edukasi akses fintech Ralali kepada ribuan UMKM Indonesia dalam waktu kurang dari 3 bulan, yang merupakan bagian dari upaya Ralali.com untuk memberdayakan 1 juta UMKM.

Produk fintech Ralali hasil kolaborasi dengan para partner dihadirkan dalam daftar pekerjaan di platform BIG Agent, para Sobat Agent bisa turun lapangan secara langsung mengedukasi UMKM tentang manfaat yang di dapat dengan hadirnya pembiayaan maupun asuransi, untuk menunjang kemajuan dan proteksi bisnis pelaku usaha lintas kategori industri, mulai dari industri jasa makanan, usaha perkantoran, usaha otomotif, bahan bangunan, kebutuhan FMCG dan general merchandises.

Melengkapi ekosistem Ralali, selain fintech juga dilakukan pengembangan lanjutan untuk digital goods dalam mendukung kebutuhan usaha operasional sehari-hari, mencakup pembelian pulsa, paket data, PLN, PDAM, BPJS dan uang elektronik.

Kehadiran BIG Agent dan pengembangan ekosistem digital (fintech dan digital goods) adalah dua dari banyak transformasi digital yang telah dilakukan Ralali yang hadir sebagai super app, guna memberikan kemudahan bertransaksi dan berbisnis tanpa batas, didukung oleh tenaga kerja berkualitas dan inovasi teknologi terkini.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya