Berita

Patrialis Akbar dapat keringanan hukuman/Net

Hukum

PK Dikabulkan, Patrialis Akbar Dapat Keringanan Hukuman 1 Tahun

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019 | 15:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Mantan Hakim Konstitusi (MK), Patrialis Akbar. Hukuman Patrialis pun mendapat pengurangan.

Semula, Patrialis dijatuhi hukuman selama 8 tahun karena kasus suap impor daging. Setelah PK dikabulkan, hukuman tersebut dikurangi menjadi penjara 7 tahun dan denda sebesar Rp 300 juta, subsider kurungan 3 bulan.

Melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, juru bicara MA, Andi Samsan Ngaro mengatakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta atas Patrialis tidak didukung dengan pertimbangan hukum yang konkret. Juga tidak cukup menjadi alasan yang mendasari penentuan mengenai lamanya hukuman yang dijatuhkan.


"Dari fakta hukum persidangan, terungkap adanya keadaan yang relevan dan patut dipertimbangkan sebagai alasan untuk meringankan hukuman Patrialis," ujar Andi, Jumat (30/8). "Namun hal tersebut tidak dipertimbangkan dalam putusan tingkat pertama."

Keadaan yang dimaksud adalah pemohon PK (Patrialis) hanya menerima uang 10 ribu dolar AS. Separuh dari jumlah pemberian Basuki Hariman (pengusaha) sebesar 20 ribu dolar AS melalui Kamaluddin (orang dekat Patrialis).

"Sisanya tidak diterima oleh pemohon PK, melainkan digunakan untuk kepentingan sendiri Kamaluddin dan uang untuk kepentingan main golf bersama Kamaluddin sebanyak Rp 4.043.195," jelas Andi.

Uang tersebut diberikan agar Patrialis membantu memenangkan putusan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Majelis Hakim PK juga menilai Tipikor yang dilakukan Patrialis tak lepas dari keterlibatan pihak lain yang turut bertanggung jawab. "Sehingga, kadar kesalahan Patrialis memengaruhi putusan PK ini," Kata Andi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, alasan PK  Patrialis yaitu adanya suatu kekhilafan atau kekeliruan yang nyata dalam putusan judex factie dapat dibenarkan.

"Sedangkan, alasan-alasan PK selebihnya mengenai adanya novum dan adanya pertentangan antara satu putusan dan putusan lainnya tidak dapat dibenarkan," terangnya.

Kendati mendapat keringanan hukuman, Patrialis tetap wajib membayar uang pengganti sebesar 10 ribu dolar AS dan Rp 4.043.195.

"Dengan ketentuan jika terpidana tidak membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 4 bulan," pungkasnya.

Putusan PK ini telah dijatuhkan pada Selasa (27/8) oleh majelis hakim PK yang diketuai oleh Andi Samsan Ngaro dengan hakim anggota Sri Murwahyuni dan Leopold L Hutagalung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya