Berita

Puluhan demonstran di depan Gedung KPK/RMOL

Hukum

Digeruduk Massa, KPK Diminta Independen Dan Steril Dari Kepentingan Kelompok

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019 | 01:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Puluhan pemuda yang mengatasnamakan diri Pengawal KPK, menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (29/8). Mereka meminta lembaga antirasuah agar tetap menjadi lembaga yang independen dan bebas intervensi.

Koordinator Aksi Pemuda Pengawal KPK, Agung mengatakan, hingga saat ini Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Capim KPK) telah menjalankan tugasnya dengan menjaring 20 nama dari latar belakang prosesi berbeda. Menurutnya, Pansel telah bekerja dengan baik sesuai aturan yang ada.

"Dari semua nama yang lolos tahap profile assessment yakni 20 orang merupakan orang-orang yang memiliki kredibilitas dan diyakini mampu merubah paradigma KPK kedepan," kata Agung di Gedung KPK.


Sehingga, lanjut Agung, Pansel KPK diyakini akan terus berupaya penuh untuk menyeleksi orang-orang yang layak dan mampu menjadi pimpinan KPK yang berintegritas.

"Lembaga KPK harus tetap independen dan terjaga netralitasnya dari kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan tertentu," kata Agung.

Namun demikian, Agung menyayangkan statemen dari Jurubicara KPK Febri Diansyah dan dua orang pegiat antikorupsi lainnya yakni Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dan Ketua Umum YLBHI Asfinawati yang diniali menggiring opini publik.

Sekadar informasi, ketiganya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pemuda yang mengatasnamakan diri mereka Pemuda Kawal KPK terkait dugaan penyebaran berita bohong.

"Dari statemen mereka itu tidak disertai bukti yang kuat, sehingga mereka berupaya melakukan pembunuhan karakter dan penggiringan opini," jelas Agung.

Padahal, kata Agung, KPK harusnya menjadi lembaga yang bersih dari kelompok-kelompok yang mencoba menyarangi kepentingan individu atau kelompoknya di dalam struktur Pimpinan KPK.

Karenanya, lanjut dia, apabila upaya mereka untuk mempolitisasi KPK dan Pansel KPK dibiarkan begitu saja tanpa diusut. Maka, dikhawatirkan kinerja KPK kedepan tidak maksimal dan korupsi di republik ini akan terus tumbuh.

"Tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena yang mereka lakukan telah menciptakan keonaran publik dan membangun opini sesat. Kami menuntut KPK perbaiki kinerja, Pansel KPK jangan takut ancaman berbagai pihak dan harus pilih calon pimpinan yang berani serta KPK tidak boleh berpolitik," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya