Berita

Yenti Garnarsih dan anggota Pansel Capim KPK/Net

Nusantara

Pansel Jangan Ikut Berperan Lemahkan KPK

KAMIS, 29 AGUSTUS 2019 | 20:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Intensitas nuansa politis dalam penjaringan capim KPK yang begitu tinggi akan mengaburkan adanya tudingan konflik kepentingan di Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK.

Atas dasar itu, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen mengaku tidak heran jika kemudian Koalisi Masyarakat Sipil dan Wadah Pegawai KPK tajam dalam mengkritik capim yang lolos.

Menurutnya, kinerja pansel yang tidak transparan dan tidak terbuka pada informasi publik menjadi penyebab kritik terus mengalir.


Apalagi, ada indikasi tiga anggota pansel yang diduga tidak objektif dalam menggelar seleksi. Ini lantaran ketiganya terikat kontrak dengan lembaga Polri.

Seperti Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnarsih yang kini masih menjabat sebagai tenaga ahli Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) Bareskrim Polri, BNN, dan Kemenkumham. Sementara Indriyanto Seno Adji dan Hendardi merupakan penasihat Kapolri.

“Informasi yang simpang siur selama ini terkait pansel capim KPK yang ikut berpolitik praktis pun jadi tak terhindarkan,” kata Silaen dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/8).

Proses seleksi, sambungnya, akan menjadi “lampu merah” bagi KPK dalam memberantas korupsi, karena kuat diduga banyak orang bermasalah bakal diloloskan dari tahap seleksi.

“Sebab kriteria apa yang dipakai pansel sampai capim itu lolos dan capim ini nggak lolos tidak jelas," tegas alumni Lemhanas Pemuda I itu.

Pansel harus benar-benar selektif dalam menyaring sepuluh nama capim untuk diserahkan ke Presiden Jokowi. Jangan sampai ada upaya sistematis untuk menghancurkan, melemahkan, dan menyandera capim KPK yang nantinya akan terpilih.

“Jika terpilih akan tersandera karena kartu “truf” itu dijadikan “bargain” politik. Ini masalah sangat serius,” tegasnya.

“Pansel harus mempertimbangkan isu rekam jejak dengan baik. Apabila calon-calon dengan rekam jejak bermasalah lolos, berarti pansel berperan dalam pelemahan pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya