Berita

Imam Nahrawi/Net

Politik

Beda Faksi, Cak Imin Diyakini Tidak Lagi Dorong Imam Nahrawi Jadi Menteri

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar diyakini tidak lagi menyodorkan nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi jadi menteri pada pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo.

Alasannya, Imam Nahrawi bukan lagi faksi alias satu gerbong dengan Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar.

Tiga mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Lukman Edy, Imam Nahrawi dan Abdul Kadir Karding diketahui tidak masuk kepengurusan DPP PKB periode 2019-2024.


Diduga, tiga orang itu tidak masuk jajaran pengurus karena Cak Imin kesal. Mereka diindikasikan membuat gerakan-gerakan untuk bersaing di forum Muktamar untuk menumbangkan Cak Imin.

Pemerhati politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, selain tidak satu faksi lagi dengan Cak Imin, peluang Imam Nahrawi kembali jadi menteri juga tipis karena kasus dugaan korupsi di Kemenpora.

Penyidik KPK sudah pernah memeriksa Imam Nahrawi dalam kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Jadi, selain beda faksi, di mata Cak Imin termasuk Presiden Joko Widodo, Imam Nahrawi sudah bermasalah di KPK," ujar Pangi Syarwi kepada redaksi, Selasa (27/8).

Petahana A. Muhaimin Iskandar terpilih aklamasi sebagai ketua umum pada Muktamar VI PKB di Bali pada beberapa hari lalu. Cak Imin mengangkat tiga orang dekatnya menjadi wakil ketua umum, M. Hanif Dhakiri, Ida Fauziyah dan Jazilul Fawaid.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya