Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Lahan Ibu Kota Baru Milik Prabowo Subianto? Begini Penjelasan Gerindra

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 | 10:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo telah memilih Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi ibu kota baru. Walau belum memulai pemindahan, tapi hampir bisa dipastikan beberapa tahun ke depan ibu kota negara tidak lagi DKI Jakarta. Mungkin saja DKI Kartanegara, atau mungkin DKI Penajam.

Yang menarik soal pemindahan ibu kota ini adalah lahan yang dipakai.

Dari tulisan Dahlan Iskan dalam blog Disway miliknya, yang juga dimuat di Kantor Berita Politik RMOL, mantan Menteri BUMN 2011-2014 itu menyebut, lahan untuk ibu kota negara yang akan dipakai adalah lahan yang dulu pernah dikuasai perusahaan kayu asal Amerika Serikat, International Timber Corporation Indonesia (ITCI). Kini, lahan itu dimiliki Prabowo Subianto. (Baca: Ibu Kota Baru)


"Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," tulis Dahlan.

Saat dikonfirmasi, politikus Gerindra Andre Rosiade membantah lahan yang akan dipakai sebagai lokasi ibu kota adalah milik Prabowo Subianto.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Andre menjelaskan, lahan yang akan dipakai sebagai ibu kota adalah milik negara dengan total luas 180 ribu hektare, yang terdiri dari 80 persen lahan berbentuk hutan dan 20 persen eks lahan tambang. Lahan bekas tambang, yang 20 persen yang akan dijadikan sebagai lokasi ibu kota baru.

"Semua lahan milik pemerintah, tidak ada swasta yang menguasai, Pak Prabowo ada lahan di Kaltim tapi bukan di situ (lokasi ibu kota baru)," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya