Berita

Diskusi publik 'Mengembangkan Patriotisme di Kisaran Bahaya Laten Khilafah'/Net

Politik

Perlu Ada Gerakan Nasional Berantas Paham Radikal

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 14:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ideologi Pancasila harus terus dipertahankan. Jangan sampai ada ruang bagi kolomopok-kolompok tertentu untuk menyebarkan konsep di luar Pancasila.

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Darul Ulum, Jombang, Syaian Choir mengatakan konsep khilafah yang digaungkan sekolompok orang seperti HTI, bukan hanya bahaya laten bagi Indonesia. Sebab, sudah banyak generasi muda termasuk anggota TNI yang terpatri pada konsep tersebut.

"Padahal jantung negara ada di pemuda dan tentara. Sudah banyak penelitiannya, ada Wahid Institute," ujar Syaian dalam diskusi publik bertajuk 'Mengembangkan Patriotisme di Kisaran Bahaya Laten Khilafah' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis kemarin (22/8).


Menurutnya, anak muda termasuk aparat pemerintahan jangan terlalu percaya dengan narasi-narasi di media sosial yang sudah banyak dihiasi kelompok-kelompok anti Pancasila.

"Radikalisme itu pandai mengusasi medsos, narasi-narasi. Dia tidak akan berhenti kerja kalau tidak tercapai cita-citanya," sebut Syaian menambahkan.

Di tempat yang sama, pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta memaparkan tentang ancaman radikalisme dan terorisme di Indonesia yang sudah ternjadi dan nyata. Sejak tahun 2000-2018, disebutkan, lebih dari 1.700 orang diproses hukum karena tindak pidana terorisme.

"Hal ini menunjukkan bahwa jumlah kasus terorisme di Indonesia bukan angka yang kecil," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat.

Menurut Stanislaus, kasus terorisme dimulai dari perilaku intoleran, radikal kemudian aksi teror. Di dalam tren Industri 4.0 ini kecenderungan radikalisasi lebih cepat dan lebih mudah karena adanya teknologi internet. Kelompok yang disasar adalah generasi muda yang sedang massa membutuhkan jati diri.

Proses paparan yang sangat cepat dan sumber referensi tentang gerakan radikal dan terorisme dengan mudah diperoleh membuat trend radikalisme dan terorisme di kalangan muda meningkat.

"Jika melihat fakta yang ada maka radikalisme sudah masuk ke berbagai sektor. Pernyataan Menhan (Ryamizard Ryacudu) bahwan 3 persen anggota TNI terpapar radikalisme adalah situasi yang serius," katanya.

Selain itu, sebelumnya diketahui bahwa ada pegawai BUMN yang menjadi donatur teroris di Riau, pejabat BP Batam yang gabung dengan ISIS di Suriah, mentan pegawai Depkeu yang menjadi simpatisan ISIS, bahkan tiga alumni IPDN diketahui terlibat terorisme.

Lanjut Stanislaus, radikalisme juga sudah masuk dalam lingkungan Polri. Beberapa waktu yang lalu Polwan di Maluku Utara ditahan di Jatim karena diduga terpapar paham radikal. Anggota Polres Batanghari juga diklaim gabung dengan ISIS di Suriah yang selanjutnya dikabarkan sudah tewas.

"Radikalisme sudah terjadi mulai Paud hingga perguruan tinggi. Perlu adanya suatu gerakan nasional yang bisa menciptakan kontra narasi terhadap paham radikal. Gerakan ini lebih efektif kalau dilakukan oleh civil soviety melibatkan dengan para ahli," tutupnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya