Berita

Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu/RMOL

Pertahanan

Pengamat Militer: "Serangan Balik" Menhan Jadi Salah Satu Pemicu Kerusuhan Papua

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 13:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu akan melakukan penyerangan balik terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang menewaskan Briptu Hedar menjadi salah satu pemicu kerusuhan di tanah Papua beberapa hari lalu.

Begitu disampaikan pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi. Menurutnya, pemerintah tidak boleh mengeluarkan narasi-narasi yang bersifat provokatif, karena hal itu akan berdampak semakin memperburuk situasi di Papua.

"Iya (pernyataan serangan balik) saya kira itu bisa dikatakan memicu, salah satu hal yang memicu. Respons itu kan enggak benar," ucap Khairul Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (23/8).


Bahkan kata dia, narasi yang disampaikan Menhan saat mengisi kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa lalu (13/8), menjadi salah pemicu lantaran jaraknya yang tidak jauh dengan kerusuhan di Papua beberapa hari kemarin.

"Dan itu kan memang enggak jauh (jarak pernyataan dengan kerusuhan di Papua) dan saya kira itu layak dikatakan sebagai salah satu pemicu. Terlepas dari kemudian ada yang menumpangi itu soal lain," ungkapnya.

Padahal, Khairul telah mengingatkan bahwa kejadian di Papua tidak bisa direspons dengan cara-cara atau narasi-narasi yang bersifat provokatif.

"Sejak awal saya mengingatkan bahwa Papua ini tidak bisa direspons dengan cara seperti itu dengan bahasa serang balik. Ini kan bukan daerah operasi militer bukan perang. Itu narasi yang enggak menyejukkan," terangnya.

Khairul sebelumnya telah merespons pernyataan Menhan Rymanizard untuk melakukan penyerangan balik terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang menewaskan Briptu Hedar merupakan hal yang berbahaya.

"Serangan balik bukan sekedar serangan balik dalam artian ini seakan-akan sebuah aksi balas dendam. Enggak, jangan sampai itu dikesankan seperti itu ya. Ini yang perlu saya tekankan juga supaya berhati-hati juga bicara, Pak Menhan, bukan sekedar serangan balik tapi ini sebuah upaya penegakkan hukum ya upaya menindak tegas pelaku-pelaku pembunuhan," kata Khairul Fahmi kepada redaksi, Selasa lalu (13/8).

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya