Berita

Gedung KPK/Net

Politik

Pansel Seakan Wajibkan Capim KPK Harus Dari Polri Dan Kejaksaan

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 08:33 WIB | LAPORAN:

Dalam pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Panitia Seleksi (Pansel) KPK dinilai kurang melibatkan sosok Capim berlatar belakang di luar kejaksaan atau kepolisian.

"Perasaan saya, mudah-mudahan saya salah. Seolah-olah ada karpet merah untuk profesi tertentu, misalnya kaya kejaksaan ada karpet merah," ungkap Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lapeksdam) Nahdlatul Ulama (NU) Rumadi Ahmad, dalam diskusi "Pesan untuk Pansel Pimpinan KPK: Capim KPK Harapan Publik" di Griya Gus Dur, Jakarta, Kamis (22/8).

Menurut Rumadi, Pansel KPK seakan membuat aturan khusus bahwa pimpinan KPK itu harus ada yang berlatar belakang jaksa dan kepolisian, dan memprioritaskannya. Tidak ada, kata Rumadi, misalnya berlatar belakang dosen, atau akademisi.


Padahal, lanjutnya, pimpinan KPK itu dipilih meskipun dia bukan polisi atau penyidik dia bisa jadi penyidik penuntut, karena fungsi yang pimpinan KPK miliki, tanpa harus berlatar belakang polisi atau jaksa saja.

"Pertimbangan profesi, harus jaksa atau polisi itu justru akan menjadi jebakan oleh KPK sendiri, saya perlu memberikan warning ini," ujar dia.

"Kalau misal panselnya sudah berpikir mengenai "wah ini harus belatar belakang profesi A, B, atau C malah ini menjadi jebakan bagi capim-capim KPK yang akan datang," sambungnya.

Selain itu, dampak lainnya adalah, yang disaring oleh Pansel KPK nantinya bukan soal integritas, melainkan mencari capim yang mempertimbangkan profesi. "Dan itu menurut saya menjadi jebakan," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya