Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Ekonomi Dipatok Tumbuh 5,3 Persen, PAN Ungkit Realisasi 2015 Hingga 2018

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 04:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Target pertumbuhan ekonomi 2020 yang ditargetkan pemerintah menyita perhatian Fraksi PAN. Menurut partai pimpinan Zulkifli Hasan itu, target tersebut terlalu muluk-muluk.

Anggota Fraksi PAN, Abdul Hakam Maja yang membacakan pandangan fraksi saat Sidang Paripurna menyebut bahwa angka tersebut merupakan level yang cukup tinggi untuk dicapai.  

“Fraksi PAN mencermati bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen merupakan level yang cukup menantang untuk dicapai,” ujarnya di Gedung Nusantara II, Senayan, Kamis (22/8).


Guna mencapai target tersebut, pemerintah harus memiliki komtimen yang kuat dan bekerja lebih keras. Hakam lantas mengingatkan realisasi pertumbuhan ekonomi periode 2015 hingga 2018 yang tidak pernah mencapai target.

“Tahun 2018 yang hanya sebesar 5,17 persen, padahal dalam APBN 2018 ditargetkan 5,4 persen,” ujarnya.

Dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi, kata Hakam, pemerintah perlu menstimulasi pertumbuhan konsumsi ekonomi rumah tangga yang cenderung stagnan di level 5 persen. Kemudian mengangkat pertumbuhan investasi yang lebih tinggi lagi.

Sebab, pada tahun 2018 investasi yang tercermin dari pembentukan modal tetap bruto hanya tumbuh 6,5 persen.

“Padahal inevstasi sebagaimana motor penggerak ekonomi riil harusnya tumbuh double digit agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih optimal,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya