Berita

Boaz Solossa jadi salah satu pemain hebat yang pernah dilahirkan bumi Papua/Net

Sepak Bola

Papua Tak Pernah Berhenti Cetak Talenta Terbaik, Ini 5 Di Antaranya

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 17:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tanah Papua tak hanya kaya dengan sumber daya alam. Soal pemain sepak bola, harus diakui kalau Papua adalah tempat lahirnya banyak pemain andal.

Rata-rata pemain asal Papua dianugerahi olah bola yang cantik plus kecepatan menggiring bola yang mumpuni. Tak heran jika mayoritas klub-klub profesional Indonesia saat ini pasti memiliki pemain andal asal Papua.

Sebut saja Persebaya Surabaya yang kini dikapteni Ruben Sanadi dan andalkan Osvaldo Haay dalam merancang serangan. Tetangga dekat mereka, Madura United bahkan punya pemain Papua lebih banyak. Mulai dari David Laly, Marckho Meraudje, Fandry Imbiri, dan Engelberd Sani.


Mereka hanya segelintir dari banyak pemain Papua yang tengah moncer saat ini. Sebelumnya, Papua juga telah memproduksi banyak pemain hebat. Berikut 5 di antaranya:

Adolof Kabo

Striker yang pernah besar bersama Perseman Manokwari ini dikenal sangat haus gol. Dengan postur tinggi besar, Kabo merupakan pemain yang ditakuti para pemain belakang lawan.

Terlebih lagi, Kabo termasuk striker lincah. Dilengkapi dengan tendangan keras yang mematikan. Sosok yang komplet untuk dijadikan goal getter.

Penampilan apik Kabo membuatnya bergabung dengan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 1986. Kabo jadi satu-satunya pemain asal tim Perserikatan yang membela Timnas kala itu.

Eduard Ivakdalam

Bisa dibilang, Eduard Ivakdalam adalah pengatur permainan terbaik yang pernah lahir di tanah Papua. Visinya dalam bermain yang diwujudkan melalui umpan-umpan akuratnya sulit disaingi para rival.

Kaka Edu, sapaan akrabnya merupakan pemain didikan PS Merauke. Dia kemudian menjadi andalan Persipura Jayapura dan sukses mempersembahkan trofi bagi tim Mutiara Hitam pada 2005 dan 2009.

Jenderal lapangan tengah Timnas pun pernah disandangnya. Kini, Kaka Edu tengah fokus mempersiapkan Tim PON Papua untuk berlaga di PON 2020.

Elie Aiboy

Elie Aiboy jadi salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang pernah mengecap pengalaman bermain di luar negeri. Elie merupakan partner legenda hidup Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, saat sama-sama membela Selangor FA pada musim 2005-2006.

Saat tampil di Liga Malaysia, Elie menjadi sosok utama Selangor FA dalam meraih prestasi. Seperti menjuarai Malaysia Premier League, Malaysia FA Cup, dan Malaysia Cup pada 2005.

Elie memang termasuk pemain Papua yang sukses saat merantau. Termasuk menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia di awal era 2000-an. Tercatat, Elie sempat 48 kali tampil bersama Timnas di berbagai ajang.

Boaz Solossa

Rasanya tak ada penggemar sepak bola nasional yang tak mengenal Boaz Solossa. Sosok yang sudah melejit sebagai penyerang andal di usia muda ini masih tetap disegani meski kini sudah melewati 30 tahun.

Meski menjadi penyerang, Boaz dikenal sebagai pemain dengan visi bermain yang tajam. Umpan maupun tendangan kaki kirinya dikenal mematikan. Tak heran, dia cukup lama bertahan jadi salah satu andalan Timnas Indonesia.

Bahkan, Boaz merupakan pemain langka yang mampu bersaing dengan para penyerang impor yang memadati kompetisi nasional. Boaz pernah menjadi top skor Indonesia Super League 2014.

Penampilan gemilang Boaz sempat membuat klub Belanda, VVV-Venlo tertarik merekrutnya. Namun, Boaz lebih memilih dekat dengan keluarganya ketimbang mengembangkan karir di luar negeri.

Yanto Basna

Pemain bernama lengkap Rudolf Yanto Basna ini jadi salah satu bukti kalau Papua tak pernah berhenti melahirkan talenta sepak bola andal. Dalam usia muda, Basna sudah pernah memperkuat sejumlah tim besar Indonesia.

Mengawali karir profesional bersama Mitra Kukar, Basna muncul sebagai andalan Persib Bandung pada 2016 disusul memperkuat Sriwijaya FC setahun kemudian.

Tak selesai di situ, kemampuan Basna membuat dirinya terbang ke Thailand untuk memperkuat Khon Kaen pada 2018. Musim ini, Basna masih bermain di Thailand untuk membela Sukhothai yang tampil di League 1 atau kompetisi terelite di Negeri Gajah Putih.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya